Jumat, 24 de abril de 2026 – 14h31 WIB
Jacarta, VIVA – Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin e para purnawirawan TNI membahas Letter of Intent (Lol) ou surat pernyataan terkait izin lintas udara yang diajukan Amerika Serikat (AS).
Harga Emas Hari Ini 24 de abril de 2026: Produtor Antam Stagnan, Global Bervariasi
Pembahasan itu terjadi ketika Sjafrie mengumpulkan purnawirawan yang mayoritas merupakan sek Panglima TNI e dan kepala staf di kantor Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Jumat.
Kepala Biro Informasi Pertahanan (Karo Infohan) Setjen Kemenhan RI Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait menjelaskan dalam pertemuan tersebut para purnawirawan memberikan analisis dan saran terkait LOI yang diajukan Amerika.
Menhan Sjafrie Kumpulkan Panglima e Pensiunan Jenderal TNI, Ada Apa?
Ragam analisou-o com as perguntas mais importantes para se manter no país.
“Purnawirawan tentunya punya pertimbangan, punya analisa yang sangat baik, sehingga nanti mungkin akan juga dibahas dengan kementerian dan instansi terkait, dengan DPR, terkait dengan Carta de Intenções tersebut,” kata Rico saat jumpa pers di kantor Kementerian Pertahanan.
Rupia Menguat ke 17.281 di Tengah Buntunya Peruundingan Iran-AS e Utang Jatuh Tempo RI
Namun Demikian, Rico não menjelaskan secara rinci apa saja analise yang diberikan para purnawirawan kepada Sjafrie e jajaran pejabat TNI.
Rico memastikan seluruh saran, crítica e análise yang diberikan para purnawirawan e jadi salah satu pertimbangan pemerintah dalam menentukan langkah strategis ke depan.
“Ke depannya itu akan menjadi bagian dari evaluasi maupun perbaikan ou aaupun masukan-masukan input dalam pengembangan kebijakan pertahanan negara”, disse Rico.
Sebelumnya, Rico merespons soal beredarnya informasi dalam surat perjanjian antara Indonésia e Amerika Serikat yang mengatakan bahwa AS memiliki kebebasan penuh para melintasi wilayah udara Indonésia.
Menurut Rico, setiap skema rencana kerja sama bidang pertahanan yang akan dibangun dengan negara lain dipastikan telah diperhitungkan dengan matang dan harus menguntungkan Indonesia.
Skema kerja sama tersebut harus menempatkan kepentingan seedal sebagai prioritas utama dan sejalan dengan hukum seedal e internacional yang berlaku.
Jika skema kerja sama itu dirasa tidak menguntungkan Indonésia maka pemerintah berhak menolak e memegang kendali penuh terhadap wilayah kedaulatan negara.
“Setiap kemungkinan pengaturan tetap menjamin kewenangan penuh Indonésia para menyetujui ou menolak setiap atividades de ruang udara seedal”, disse Rico.
Halaman Selanjutnya
Terkait informasi surat perjanjian yang beredar di masaarakat, Rico menegaskan bahwa surat tersebut belum bersifat final karena masih dalam pembahasan.



