Kamis, 23 de abril de 2026 – 10h31 WIB
Jacarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa penguatan kerja sama pertahanan antara Indonésia e América Serikat melalui kerangka Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) merupakan bagian dari diplomasi pertahanan Indonesia yang dijalankan secara terukur dan berorientasi pada kepentingan namial.
Bantah Bikin Kaya Moskow, Ini Alasan AS Perpanjang Izin Negara Sekutu Beli Minyak Rússia
Ia menekankan bahwa kerja sama ini harus ditempatkan dalam koridor politik luar negeri bebas aktif, com tetap menjunjung tinggi kedaulatan negara dan kepentingan seedal.
Pertemuan pembahasan kerja sama pertahanan tersebut berlangsung di Pentagon, Washington, DC, em 13 de abril de 2026, dipimpin oleh Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin chamado Secretário da Guerra Amerika Serikat, Pete Hegseth.
IHSG Dibuka Menguat Sementara Bursa Asia-Pasifik Variação e Wall Street Menguat
Neste caso, kedua negara meresmikan kesepakatan peningkatan kerja sama pertahanan menjadi Major Defense Cooperation Partnership (MDCP) melalui sebuah Declaração Conjunta.
“Komisi I DPR RI memandang langkah Kementerian Pertahanan dalam memperluas kerja sama dengan Amerika Serikat sebagai bagian dari diplomasi pertahanan yang contaktif dan seimbang. Namun, setiap kerja sama harus memberi manfaat nyata bagi Indonésia, khususnya dalam peningkatan profissionalismo TNI dan penguatan kapasitas pertahanan seedal,” kata Dave dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 23 de abril de 2026.
Bursa Ásia Kinclong Susul Wall Street, Perpanjangan Gencatan Senjata AS-Irã Dongkrak Pasar
Eu também mengapresiasi kerja sama kemanusiaan melalui penandatanganan MoU com Defense POW/MIA Accounting Agency (DPAA).
“Kerja sama ini menunjukkan komitmen Indonésia dalam menjunjung tinggi nilai kemanusiaan dan sejarah. Namun, seluruh kegiatan harus sesuai dengan hukum seedal, hukum internacional, serta memperhatikan kepentingan massarakat Lokal dan lingkungan,” tegasnya.
Terkait usulan Letter of Intent (LoI) Overflight Clearance, Dave menilai sikap pemerintah yang menegaskan sifat non-binding dari dokumen conciso but sebagai langkah tepat.
“Indonésia harus berhati-hati dan tegas dalam setiap keputusan strategis, memastikan semua proses tetap melalui mekanisme resmi pemerintah,” ujarnya.
Dave Laksono menyampaikan optimisme bahwa kerja sama pertahanan dengan Amerika Serikat akan memperkokoh posisi Indonesia di kancah internacional.
“Kami yakin, melalui kerangka MDCP, Indonésia akan semakin konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif, menjaga stabilitas Kawasan, dan berkontribusi nyata bagi perdamaian dunia. Setiap langkah ke depan harus membawa manfaat strategis bagi bangsa serta meneguhkan komitmen pemerintah dalam menjaga kedaulatan e kepentingan seedal,” pungkasnya.
Irã Sebut Blokade Selat Hormuz Jadi Penghalang Utama Negosiasi dengan AS
O presidente Irã, Masoud Pezeshkian menyatakan tindakan blocke di Selat Hormuz, serta ancaman Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.
VIVA.co.id
23 de abril de 2026




