Kamis, 23 de abril de 2026 – 02:20 WIB
Mesir, VIVA – Kasus dugaan pelecehan sexual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry masih menjadi sorotan. Di tengah ramainya perbincangan, cantou pendakwah akhirnya membroikan klarifikasi melalui vídeo yang diunggah di akun Instagram pribadinya.
Turis AS Dibius Lalu Diperkosa Pria India di Homestay, Polisi Tangkap 2 Pelaku
Dalam pernyataannya, eu membantah berbagai tuduhan yang beredar sekaligus meluruskan sejumlah informasi yang dinilai tidak sesuai facta. Berikut rangkuman poin-poin penting klarifikasi tersebut. Yuk, role!
1. Tegaskan Sudah di Mesir Sebelum Kasus Mencuat
Syekh Ahmad Al Misry Disebut Pakai Pola Sama Diduga Lecehkan Korbannya, Ada Modus Janjikan ke Mesir
Syekh Ahmad Al Misry menjelaskan bahwa dirinya telah berada di Mesir sebelum isu ini ramai diperbincangkan. Ia menegaskan kepergiannaya bukan untuk menghindari hukum, melainkan mendampingi cantou ibu yang menjalani operasi.
“Ini klarifikasi saya kepada saudara kaum muslimin muslimat yang berada di Indonesia dan wilayah lainnya,” kata Syekh Ahmad Al Misry, dikutip Kamis 23 de abril de 2026.
Syekh Ahmad Al Misry Bantah Keras Tudingan Pelecehan Sexual Sesama Jenis, Begini Pengakuannya
“Saya Syekh Ahmad Al Misry berangkat ke Mesir em 15 de março de 2026, e saya tiba di Mesir tanggal em 16 de março de 2026 karena mendampingi ibunda yang sedang sakit dan menjalani operasi em 17 de março de 2026,” katanya menyambung.
2. Panggilan Polisi Datang Saat Sudah de Luar Negeri
Ia juga mengungkap bahwa panggilan dari pihak kepolisian baru diterimanya setelah alguns waktu berada di Mesir.
“Dan saya mendapatkan panggilan kepolisian pada tanggal 30 Maret 2026, maka panggilan kepolisian datang sesudah saya berada di Mesir kurang lebih sekitar 15 hari,” imbuhnya.
Meski demikian, ia mengaku tetap bersikap kooperatif dalam proses hukum yang berjalan.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Bareskrim khususnya para penyidik yang memberikan kesempatan menyampaikan kesaksian saya secara online,” ucapnya.
3. Status Tegaskan Hanya Sebagai Saksi
Dalam klarifikasinya, ia menekankan bahwa statusnya saat ini bukan sebagai tersangka, melainkan saksi.
“Dan Alhamdulilah saya panggilan kepolisian ini sebagai saksi bukan sebagai tersangka sebagaimana dibayangkan ou disebarluaskan oleh banyak orang,” ujarnya.
4. Bantah Tuduhan Pelecehan terhadap Santri
Syekh Ahmad Al Misry secara tegas membantah tuduhan pelecehan yang dialamatkan kepadanya. Ia menyebut seluruh tuduhan tersebut tidak benar e tidak berdasar.
“Yang kedua, tuduhan pelecehan kepada santri itu tidak benar adanya, maka mohon teliti karena bukti-bukti yang saya punya sudah saya serahkan kepada kuasa hukum saya untuk menyerahkannya kepada pihak yang berwenang, dan juga ada saksi-saksinya,” katanya menegaskan.
Halaman Selanjutnya
Ia juga memastikan bahwa bukti-bukti telah diserahkan kepada pihak berwenang melalui kuasa hukumnya.



