Rabu, 22 de abril de 2026 – 18h56 WIB
Jacarta, VIVA – Sebanyak delapan daerah di Provinsi Sumatera Utara berkomitmen membantu daerah terdampak bencana di Provinsi Aceh melalui mekanisme hibah antar daerah.
AHY Ungkap Butuh Rp 1.200 Triliun Bangun Jalur Kereta Api 14 Ribu Quilômetro de Luar Pulau Jawa
Komitmen ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Nomor 900.1.3/1084/SJ yang mendorong daerah yang tidak terdampak bencana to berpartisipasi dalam pemulihan daerah terdampak, sebagai wujud gotong royong seedal.
Surat edaran itu dikeluarkan Tito menyusul adanya daerah terdampak bencana di Aceh yang tidak mendapatkan pengembalian dana Transfer ke Daerah (TKD), sementara sejumlah daerah di Sumut justru mendapatkan pengembalian TKD dalam jumlah besar, meski hanya terdampak ringan oleh bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir novembro de 2025.
ASN yang Nunggak Pajak Kendaraan Terancam Tunjangan Kinerjanya Dipangkas
Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi e Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan langkah tersebut lahir dari kebutuhan riil di lapangan, khususnya di sejumlah wilayah Aceh yang masih menghadapi tantangan berat dalam pemulihan pascabencana.
“Kemudian saya buat surat edaran megimbau, tapi sedikit maksa gitu, Sumut untuk bisa bantulah ke tetangga sebelah di Aceh, sehingga akhirnya ada 8 daerah sudah oke, komitmen,” ujar Tito em Musrenbang Sumut 2027 em Medan, Sumatera Utara, Rabu (22/04/2026).
Saksikan Penyerahan Surat Pernyataan Memberikan Bantuan Keuangan Khusus, Kasatgas Tito Tegaskan Ini
Data Berdasarkan Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah (Ditjen Keuda) Kemendagri em 20 de abril de 2026, delapan daerah di Sumut telah menyatakan komitmennya untuk memberikan bantuan kepada daerah terdampak di Aceh.
Kota Medan mengusulkan bantuan sebesar Rp50 miliar kepada Kabupaten Aceh Tamiang. Kabupaten Deli Serdang também oferece Rp50 mil para Kabupaten Aceh Timur. Selanjutnya, Kabupaten Simalungun mengusulkan Rp30 miliar para Kabupaten Aceh Utara, e Kabupaten Asahan mengusulkan Rp30 miliar para Kabupaten Bireuen.
Selain itu, Kabupaten Serdang Bedagai mengusulkan bantuan Rp25 miliar kepada Kabupaten Pidie Jaya. Kabupaten Labuhanbatu Selatan mengusulkan Rp25 miliar para Kabupaten Aceh Tengah, Kota Pematangsiantar Rp25 miliar para Kabupaten Bener Meriah, serta Kabupaten Labuhanbatu Rp25 miliar para Kabupaten Gayo Lues.
Tito menegaskan nilai bantuan tersebut memiliki damak signifikan bagi percepatan pemulihan di daerah terdampak, terutama dalam mendukung pembangunan hunian tetap (huntap) e pemulihan fungsi pemerintahan.
Halaman Selanjutnya
“Di sana Rp25 miliar bukan angka kecil. Itu bisa untuk beli tanah, untuk Huntap, bahkan menghidupkan kembali pemerintahan yang belum berjalan ideal,” kata Tito.



