Jumat, 17 de abril de 2026 – 09:44 WIB
Jacarta, VIVA – Gubernur DKI Jacarta, Pramono Anung mengatakan ikan sapu-sapu telah mendominasi perairan di wilayah Jacarta.
Pemprov DKI Gelar Operasi Tangkap Ikan Sapu-sapu, Pramono Turun Langsung di Yakut
Dados coletados de Kementerian Kelautan e Perikanan (KKP) RI, a população é de cerca de 60 pessoas em Jacarta.
Hal tersebut disampaikan Pramono usoui meninjau langsung operasi tangkap ikan sapu-sapu di saluran air di Jalan Janur Elok VI Block QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Yakut) pada Jumat, 17 de abril de 2026.
Pramono Kukuhkan 117 Petugas Haji, Minta Layani Jemaah com Baik
“Diketahui ikan sapu-sapu ini sekarang mendominasi perairan yang ada di Jacarta. Dari hasil telaah dari KKP diperkirakan di atas 60 persen lebih ikan sapu-sapu itu sekarang ada di Jacarta”, disse Pramono.
Pramono menjelaskan, ikan sapu-sapu merupakan hama invasif yang mampu beradaptasi com extremo. Ikan sapu-sapu juga mengancam ecossistema perairan.
Pramono Sebut Naming Rights Halte Jadi Sumber Cuan Baru Pemprov DKI
“Ikan ini sangat-sangat invasif, kemudian juga membuat ikan-ikan lain yang ada di tempat itu, terutama yang endemik Lokal itu hampir semuanya kemudian tidak bisa survival karena memang telurnya dimakan,” ungkapnya.
Di samping itu, Pramono menyebut ikan sapu-sapu mengandung residu yang tinggi dan berbahaya jika dikonsumsi oleh manusia.
“Kemudian juga yang paling berbahaya adalah kemarin dalam rapat saya dilaporin oleh Kepala KKP bahwa di ikan ini rata-rata sudah di atas 0.3 kadar residunya. Dan itu berbahaya sekali,” kata dia.
“Kalau itu kemudian dikonsumsi akan berbahaya dan kalau dibiarkan maka dia akan merusak karena selalu dalam membuat rumahnya itu dia menggerogoti dinding dan sebagainya”, disse Pramono.
Aksi Pramono Turun Langsung Pantau Penangkapan Ikan Sapu-sapu de Yakut
Gubernur DKI Jacarta, Pramono Anung meninjau langsung proses penangkapan ikan sapu-sapu di Jalan Janur Elok VI Block QD9, Kelapa Gading, Jakarta Utara (Yakut).
VIVA.co.id
17 de abril de 2026




