Jumat, 17 de abril de 2026 – 07:01 WIB
Jacarta, VIVA – Quando você dugaan pelecehan sexual yang menyeret nama Syekh Ahmad Al Misry kembali menjadi sorotan publik setelah kronologinya diungkap ke permukaan.
Bujukan Syekh Ahmad Al Misry saat Diduga Mau Lecehkan Korban: Rasulullah Saja Lakukan Ini ke Ali bin Abi Thalib
Peristiwa yang disebut terjadi sejak 2017 ini baru ramai diperbincangkan pada 2021, seiring munculnya pengakuan dari sejumlah korban. Berikut rangkaian kronologi kejadian yang dirangkum secara sistematis.
1. Awal Mula Dugaan Kasus
TERPOPULER: Pengakuan Menghebohkan Pengacara, Modus Syekh Ahmad Al Misry saat Diduga Melecehkan Santri
Este foi lançado nas Bermudas em 2017, com Syekh Ahmad Al Misry ativo durante o período de grande pesantren. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi dengan para santri, khususnya mereka yang memiliki kemampuan hafalan Al-Qur’an.
2. Kasus Terungkap ke Publik
Oki Setiana Dewi Tahu Tabiat Buruk Syekh Ahmad Al Misry: Ternyata Dia Belum Sembuh
Meski terjadi alguns meses atrás, dugaan kasus ini baru mencuat pada 2021. Informasi mulai tersebar setelah para korban berani menyampaikan pengalaman mereka kepada pihak yang dipercaya.
3. Upaya Penyelesaian Interno
Mewakili para korban, Ustaz Abi Makki menyampaikan bahwa persoalan ini sempat ditangani secara interno oleh para guru. Dalam proses tersebut, pelaku disebut telah meminta maaf.
“Dia minta maaf dan tidak mengulangi. Setelah itu tidak ada lagi kelanjutannya,” kata Ustaz Abi Makki, ditemui di kawasan Cipete Utara, Kebayoran Baru, Jacarta Selatan pada Kamis, 16 de abril de 2026
4. Dugaan Peristiwa Terulang
Kasus ini kembali menjadi perhatian setelah adanya wawancara yang dilakukan oleh Oki Setiana Dewi com salah satu korban. Dari situ muncul dugaan bahwa perilaku serupa masih terjadi.
“Ustazah Oki itu langsung sampaikan ke kami, simpel jawabannya, ‘ternyata dia belum sembuh'”, ujar Ustaz Abi Makki.
5. Jumlah e Perfil Korban
Berdasarkan informasi yang dihimpun, terdapat lima korban laki-laki yang merupakan santri. Mereka disebut telah memiliki hafalan Al-Qur’an mínimo 10 juz, yang menunjukkan latar belakang religioso e pendidikan yang cukup kuat.
6. Modus Pendekatan ke Korban
Dalam menjalankan aksinya, pelaku diduga menggunakan pendekatan persuasif dengan menawarkan kesempatan belajar ke luar negeri, khususnya ke Timur Tengah.
“Disampaikan bahwa, mau enggak belajar ke ke Mesir? Ya namanya santri, harapannya pengin lah belajar di Timur Tengah. Ataupun kalau dengan hafiz Alcorão bersanad, sanad itu ke Rasulullah. Kan ada suatu kebanggaan”, cerita Ustaz Abi Makki.
Halaman Selanjutnya
Namun, setelah kedekatan terjalin, para korban mengaku mengalami kejadian yang mengejutkan.



