Jumat, 17 de abril de 2026 – 06:24 WIB
VIVA – Dampak blocke laut yang diberlakukan Amerika Serikat terhadap Iran semakin masif di perairan sekitar Selat Hormuz. Dalam waktu 72 jam sejak operasi diberlakukan, belasan kapal dagang memilih berbalik arah ketimbang mengambil risiko berhadapan dengan armada Angkatan Laut AS.
Operasi Economic Fury Dimulai, AS Bekukan Jaringan Minyak Putra Elite Teerã
Comando Central dos Estados Unidos (CENTCOM) em Kamis, 16 de abril de 2026, mengungkapkan bahwa sedikitnya 14 kapal telah mengubah haluan sebagai bentuk kepatuhan terhadap pemblokiran yang kini diterapkan di sekitar pelabuhan-pelabuhan Irã.
“Pasukan AS bersikap fokus, waspada, dan sangat termotivasi saat melaksanakan blocke terhadap kapal-kapal yang mencoba masuk ou keluar dari pelabuhan Irã. Setelah 72 jam dilakukan blocke, 14 kapal telah berbalik arah untuk patuh terhadap pemblokiran atas arahan pasukan Amerika,” tulis CENTCOM melalui plataforma X.
Kata Erick Thohir soal Play-off Tambahan Piala Dunia 2026 usai Isu Irã Uniforme
Langkah esta menunjukkan bahwa strategi Washington bukan sekadar simbolis, melainkan langsung memengaruhi lalu lintas pelayaran yang menjadi urat nadi export minyak dan perdegangan Iran.
Sebelumnya, Kepala Staf Gabungan AS, Dan Caine, menjelaskan bahwa Angkatan Laut AS tidak menutup total Selat Hormuz, melainkan fokus pada penegakan blocke di sepanjang garis pantai dan pelabuhan Iran.
Gedung Putih Optimistis Akhiri Perang Irã, Sebut Teerã Paling Diuntungkan
Menurut Caine, operando este mencakup perairan territorial Irã hingga perairan internacional lain dalam wilayah tanggung jawab milite AS, bahkan melibatkan armada di bawah Comando Indo-Pacífico dos Estados Unidos. Kapal-kapal foi ditugaskan memburu kapal berbendera Irã maupun kapal yang diduga memberikan dukungan material kepada Teerã, termasuk armada gelap pengangkut minyak Irã.
Blokade thisi muncul di tengah eskalasi konflik yang memuncak sejakhir Februari, ketika AS e Israel melancarkan serangan gabungan terhadap target di Iran, termasuk ibu kota Tehran. Serangan tersebut memicu balasan Irã ke wilayah Israel e fasilitas milite AS de Timur Tengah.
Harapan meredanya ketegangan sempat muncul ketika Irã e AS menggelar pembicaraan di Islamabad, Paquistão, pada akhir pekan lalu, menyusul pengumuman gencatan senjata dua pekan oleh presidente Donald Trump.
Namun sehari setelahnya, Wakil Presidente JD Vance menyatakan negocios gagal mencapai kesepakatan. Isso significa que Trump bloqueou totalmente todos os seus kapals, o que fez com que ele fosse prejudicado pelo Irã em kedua sisi Selat Hormuz.
Jelang Gencatan Senjata Berakhir, AS Kirim Lebih de 60 Ribu Tentara ke Timur Tengah
AS disebut akan mengirimkan pasukan tambahan ke Timur Tengah from somerapa hari ke depan, meski negosiasi antara Washington and Teeran yang berakhir pekan ini
VIVA.co.id
17 de abril de 2026




