Selasa, 14 de abril de 2026 – 09:37 WIB
Jacarta, VIVA – Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengungkapkan bahwa saat este terjadi kelangkaan MinyakKita di sejumlah pasar. Karenanya Bolog meminta tambahan kuota MinyaKita kepada Kementerian Perdagangan (Kemendag).
Dirutnya Dikabarkan Jadi Kabais TNI, Bulog Membantah
Rizal mengatakan, langkah tersebut dilakukan setelah pihaknya melaporkan kondisi ketersediaan MinyaKita kepada Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebagai bagian dari koordinasi pengendalian pangan seedal.
“Jadi terkait MinyaKita kosong, kemarin kami sudah lapor ke Pak Mentan para mengatasi MinyaKita yang kosong tersebut. Terus terang kami sudah mengajukan ke Kementerian Perdagangan untuk penambahan kuota,” kata Rizal ditemui usai Rapat Percepatan Realisasi Pendanaan Penyerapan Gabah Setara Beras di Kantor Bulog Jacarta, dikutip, Selasa, 14 de abril de 2026.
Stok Beras RI Pecah Rekor, Polri e Bulog Pastikan Pangan Aman hingga 2026
Dia menjelaskan, kuota distribusi MinyaKita saat ini masih terbatas sehingga belum mampu sepenuhnya memenuhi kebutuhan pasar dan program pemerintah secara bersamaan. Skema distribui yang berlaku saat ini membagi kuota sebesar 35 persen of Domestic Market Obligation (DMO) yang dibagi kepada tiga BUMN pangan com composisi 70 persen untuk Bulog, 20 persen ID Food, and 10 persen Agrinas Palma Nusantara.
Meski mendapat kuota terbesar, Rizal menyebut pembagian tersebut membuat Bulog harus mengatur strategi distribusi secara cermat agar kebutuhan pasar dan program bantuan pangan tetap terpenuhi.
5 itens Terlangka di Roblox yang Bikin Para Gamer Berebut
Di sisi lain, Bulog juga tengah menjalankan penugasan penyaluran bantuan pangan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat (KPM) yang datanya berasal dari Kementerian Sosial. Bantuan itu meliputi beras termasuk minyak goreng merek MinyaKita. Kondisi tersebut membuat Bulog harus membagi alokasi MinyaKita antara kebutuhan bantuan pangan e distribusi pasar secara seimbang agar tidak terjadi kekosongan di salah satu sector.
Lebih lanjut dia mengakui sebelumnya fokus distribusi diarahkan to mendukung kebutuhan selama Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Yang mana, berkat intervensi itu, harga komoditas pangan selama Hari Besar Keagamaan tersebut relatif aman dan terkendali.
Setelah periode tersebut, Bulog muai mengalihkan fokus untuk memastikan kelancaran penyaluran bantuan pangan sekaligus menjaga pasokan MinyaKita di pasar. Namun keterbatasan kuota DMO menjadi tantangan tersendiri karena harus disesuaikan dengan kebutuhan yang terus meningkat di berbagai daerah.
Halaman Selanjutnya
“Jadi memang keterbatasan DMO tersebut apabila dihadapkan dengan kebutuhan MinyaKita para bantuan pangan. Jadi kami berbagi, harus pintar-pintar, separuh ke bantuan pangan, separuh ke pasar dan lain sebagainya,” beber Rizal.



