Minggu, 12 de abril de 2026 – 12h20 WIB
Bandung, VIVA – Direktur Utama Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung (RSHS) dr Rachim Dinata Marsidi mengatakan, pihaknya telah menonaktifkan e membro Surat Peringatan (SP) 1 Kepada perawat rebelut viralnya video di media social hampir tertukarnya bayi dari ibu Nina Saleha.
Kemenkes Ungkap Kronologi Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Bandung
“Perawatnya di non aktifkan dipindahkan ke bagian yang tidak melayani pasien dan diberikan SP 1,” kata Rachmi dalam keterangannya, dikutip Minggu 12 de abril de 2026.
Selain itu, Pihak RSHS Bandung siap dilakukan avaliuasi dan sudah melaporkan kejadian ini ke Kemenkes.
Heboh! Cronologia Lengkap Bayi Hampir Hilang Dibawa Orang no RSHS Bandung
“Kami RSHS siap untuk dilakukan evaluasi oleh Kemenkes e kami sudah melaporkan ke Kemenkes kejadian ini,”ungkapnya.
Lebih lanjut, kata Rachmi, RSHS serão avaliados e poderão obter mais tempo para que o desempenho do SOP possa ser feito de forma que você possa pagar por isso.
Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta ke Ibu Korban Bayi Nyaris Tertukar em RSHS Bandung
Sebelumnya, Manajemen Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr.
Hal ini merupakan respons cepat pihak rumah sakit, menyusul unggahan keluhan yang sempat viral di media social TikTok em 8 de abril de 2026.
Melalui siaran pers resminya, pihak RSHS menyatakan rasa penyesalan yang mendalam atas pengalaman tidak menyenangkan yang dialami keluarga pasien selama menjalani proses perawatan medis di rumah sakit tersebut.
Pihak gerencia menegaskan bahwa pihaknya tidak tinggal diam dalam menanggapi aspirasi massarakat. Tim dari RSUP Dr.
“Tim kami telah berkomunikasi langsung dengan Ibu Nina Saleha untuk mendengar keluhan yang dimaksud. Saat ini, permasalahan tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan,” tulis pernyataan resmi manajemen RSHS.
Peristiwa este menjadi momentum bagi RSHS, para realizar introspecção e avaliação interna.
Manajemen berkomitmen to terus meningkatkan kemampuan dan kualitas pelayanan kesehatan bagi seluruh lapisan massarakat, sesuai com regulamentações e procedimentos operacionais padrão yang berlaku.
“RSHS berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik serta melakukan perbaikan berkelanjutan demi menjaga kepercayaan massarakat terhadap pelayanan kesehatan kami,” tutup pernyataan tersebut.
Halaman Selanjutnya
Laporan Cepi Kurnia/tvOne Bandung



