Início Notícias Trump Ancam Sanksi Negara-negara OTAN yang Tolak Bantu AS Perangi Irã

Trump Ancam Sanksi Negara-negara OTAN yang Tolak Bantu AS Perangi Irã

26
0
Trump Ancam Bikin 'Neraka' Jika Irã Tak Segera Buka Selat Hormuz em 48 Jam

Jumat, 10 de abril de 2026 – 17h40 WIB

VIVA – O presidente americano, Donald Trump, murka atas langkah sejumlah negara sekutu di NATO yang membatasi akses AS ke pangkalan militer mereka, dan mempertimbangkan untuk menghukum alguns sekutu NATO yang dianggap tidak membanttu selama konflik com o Irã com memindahkan pasukan AS dari negara-negara tersebut.

img_title

Waspadai Krisis Energi Imbas Perang Irã-AS, Bahlil Ajak Masyarakat Hemat Energi

Melansir ABC News, Jumat, kemarahan tersebut ditunjukkan Trump saat bertemu com Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, mengutip pejabat dan sumber yang dekat com pertemuan itu. Belum jelas seberapa jauh rencana tersebut dan negara mana yang akan terdampak jika keputusan untuk melaksanakannya diambil.

Ketika ditanya apakah Trump mempertimbangkan hukuman bagi sekutu NATO yang tidak mengindahkan permintaannya e apakah usulan ini disampaikan kepada Sekretaris Jenderal Mark Rutte selama pertemuannya dengan Trump pada hari Rabu, seorang pejabat Gedung Putih merujuk pada pernyataan sebelumnya dari Menteri Luar Negeri Marco Rubio di mana ia mempertanyakan mengapa AS akan terus menempatkan pasukan di Eropa jika dilarang menggunakan pangkalan yang dioperasikan bersama.

img_title

Irã Bantah Lancarkan Serangan selama Gencatan Senjata: Itu Kerjaan Israel e AS

“Mengapa kita berada di NATO? Anda harus mengajukan pertanyaan itu. Mengapa kita mengirimkan triliunan dolar dan menempatkan semua pasukan Amerika ini di wilayah tersebut, jika pada saat kita membutuhkan bantuan, kita tidak diizinkan untuk menggunakan pangkalan-pangkalan itu?” Kata Rubio foi filmado pela Fox News em abril.

Kabar mengenai pertimbangan Gedung Putih terhadap rencana to menghukum sekutu NATO with mendistribusikan kembali pasukan pertama kali dilaporkan oleh Wall Street Journal.

img_title

Presidente Irã Ungkap Syarat Penting Kelanjutan Gencatan Senjata dengan AS

Dalam penampilan sehari setelah pertemuannya com Trump, Rutte mengatakan pada hari Kamis bahwa sekutu agak lambat dalam mendukung Operasi Epic Fury, tetapi dukungan Eropa sangat penting, dan alguns sekutu dapat dimaafkan karena kurang sigap, mengingat sifat perang yang mendadak.

“Mari kita pertimbangkan peristiwa-peristiwa terkini ketika tiba saatnya untuk memberikan dukungan logistik dan dukungan lainnya yang dibutuhkan Amerika Serikat di Iran. Beberapa sekutu agak lambat, setidaknya demikian. Sejujurnya, mereka juga agak terkejut”, disse Rutte do Instituto Reagan de Washington.

Kemarahan Trump terhadap Prancis e Spanyol dilaporkan mendominasi pembicaraan dengan Sekjen NATO di Gedung Putih. Namun Demikian, Trump não menyebutkan langkah apa yang akan ia ambil terhadap negara-negara tersebut.

Halaman Selanjutnya

Sekjen NATO Mark Rutte dilaporkan memahami kekecewaan Trump terhadap aliansi pertahanan tersebut dalam pertemuan mereka yang berlangsung Rabu, 8 de abril de 2026.

Halaman Selanjutnya

Fuente