Início Notícias Heboh! Cronologia Lengkap Bayi Hampir Hilang Dibawa Orang no RSHS Bandung

Heboh! Cronologia Lengkap Bayi Hampir Hilang Dibawa Orang no RSHS Bandung

21
0
Heboh! Cronologia Lengkap Bayi Hampir Hilang Dibawa Orang no RSHS Bandung

Jumat, 10 de abril de 2026 – 16h10 WIB

Bandung, VIVA – Kejadian mengejutkan terjadi di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung yang memicu kekhawatiran public terkait keamanan pasien, khususnya bayi.

img_title

Dedi Mulyadi Beri Bantuan Rp10 Juta ke Ibu Korban Bayi Nyaris Tertukar em RSHS Bandung

Seorang ibu asal Cimahi, Nina Saleha (37), mengaku bayinya nyaris dibawa oleh orang tak dikenal saat proses kepulangan dari ruang perawatan intensivo neonatal (NICU), Rabu, 9 de abril de 2026. Role lebih lanjut yuk!

Peristiwa esta bermula ketika bayi milik Nina, yang baru berusia sekitar satu minggu, selesai menjalani perawatan selama lima hari akibat kondisi penyakit kuning. Setelah dinyatakan membaik, pihak rumah sakit memproses administrasi kpulangan. No momento seguinte, Nina e suaminya sempat meninggalkan ruangan para fazer.

img_title

Sudah Kerja 20 Tahun, ASN RSHS Bandung Terancam Dicopot usai Kasus Bayi Nyaris Tertukar

No entanto, a situação é berubah drastis saat mereka kembali. Nina terkejut melihat bayinya sudah não berada di tempat semula, melainkan dalam gendongan seorang perempuan yang tidak dikenalnya. Eu não quero mais nada e não consigo identificar identidades de forma concisa.

“Saat saya kembali, saya lihat bayi saya sudah dibawa oleh orang lain. Padahal saya hafal betul selimut dan pakaiannya,” ujarnya, dikutip dari akun TikTok pribadinya @nindy5760, Jumat 10 de abril de 2026.

img_title

Pengakuan Mengejutkan RSHS ke Dedi Mulyadi soal Bayi Nyaris Tertukar

Nina mengaku mengenali bayinya dari pakaian e selimut yang digunakan. Kecurigaannya semakin kuat setelah melihat ciri fisik sang bayi, meskipun gelang identitas yang seharusnya terpasang justru tidak ditemukan. Se você entrar em pânico, isso significa que você pode mudar de ideia e fazer perguntas para me esclarecer.

Situasi trocadilho sempat memanas. Nina mengaku berteriak karena takut bayinya benar-benar akan dibawa pergi oleh pihak lain tanpa sepengetahuannya. Ia mempertanyakan prosedur keamanan rumah sakit yang dinilai kurang ketat dalam proses penyerahan bayi kepada keluarga pasien.

Menurut pengakuannya, perawat yang bertugas menyampaikan bahwa nama Nina sebelumnya telah dipanggil, namun tidak ada respons. Karena itu, bayi tersebut diserahkan kepada orang lain yang diduga mengaku sebagai pihak keluarga.

“Sus itu anak saya kenapa dikasih ke orang. Terus dia bilang, ‘iya ibu tadi saya panggil-panggil Ibu Nina Saleha kenapa enggak ada,” kata Nina.

Dalam unggahannya, Nina juga menandai Dedi Mulyadi agar memberikan perhatian terhadap sistema pelayanan e dan keamanan di rumah sakit tersebut. Sejumlah warganet trocadilho mendesak agar pihak terkait segera melakukan investigasi menyeluruh guna memastikan kejadian serupa tidak terulang kembali.

Halaman Selanjutnya

Insiden ini menjadi pengingat pentingnya prosedur identifikasi pasien yang ketat, terutama bagi bayi yang masih rentan. Keamanan di fasilitas kesehatan pun kembali menjadi perhatian publiclik, seiring meningkatnya tuntutan akan pelayanan yang profesional dan bertanggung jawab.

Halaman Selanjutnya

Fuente