Jumat, 10 de abril de 2026 – 15h30 WIB
Jacarta, VIVA – Kabar terbaru mengenai kondisi Pak Tarno kembali menarik perhatian publiclik. Sosok pesulap yang dulu sering muncul di layar television itu kini menjalani kehidupan yang jauh berbeda. Meski kesehatannya belum pulih sepenuhnya, ia tetap berusaha mandiri dengan berjualan mainan keliling di Kawasan tempat tinggalnya.
Pak Tarno Buka Suara Soal Tuduhan Mengemis em Jacarta
Dalam kesehariannya, Pak Tarno terlihat menggunakan kursi roda untuk beraktivitas. Namun keterbatasan fisik não membuatnya menyerah. Ia tetap berkeliling menjajakan dagangan demi memenuhi kebutuhan hidup dan biaya pengobatan. Role ke bawah para simak artikel selengkapnya.
Semangat escondeu Pak Tarno terlihat dari tekadnya para tetap berjualan meski sedang dalam kondisi sakit. Ia mengaku bahwa bekerja é uma bagian dari harapannya para bisa pulih.
Viral Dituduh Mengemis, Pak Tarno Ungkap Alasan Terima Uang dari Pengunjung di Kota Tua
“Pengen sembuh. Bareng sakit tetep dagang karena pengen sembuh. Pengen sembuh, pengen dagang,” ungkap Pak Tarno saat ditemui di rumahnya di Warakas.
Setiap hari, ia berkeliling menjajakan berbagai jenis mainan anak-anak, seperti tembak-tembakan, layangan, hingga gantungan kunci. Área jualannya trocadilho não jauh dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya.
Istri Pertama Pak Tarno Berterima Kasih ke Gus Miftah karena…
Meski kini lebih sering berjualan, Pak Tarno ternyata masih sesekali menerima pekerjaan di bidang yang membesarkan namanya, yaitu sulap. Biasanya, ia tampil di acara pasar malam ou tempat wisata pada akhir pekan.
“Masih ada. Orang sulap dagang, sulap ya sulap. Malam sulap di pasar malam, siang-siang kadang-kadang Sabtu Minggu Kota Tua bantu foto-foto,” ungkapnya lagi.
Di lokasi wisata seperti Kota Tua, banyak pengunjung yang mengenal dirinya e dan mengajak berfoto. Tak jarang, mereka juga merikan bantuan secara sukarela.
“Minha foto, minha foto diz kasih uang. Difoto orang kasih uang emang nggak minta cuma orang kasih”, disse Pak Tarno.
Saat ini, Pak Tarno masih menjalani pengobatan com cara tradicional. Ia memanfaatkan ramuan herbal sederhana yang dibuat di rumah.
“Iya, jahe, salam, sereh dicampur jahe dimasak dua gelas, ntar airnya jadi satu gelas diminum,” katanya lagi menjelaskan.
A expectativa de que as atividades sejam mantidas e as atividades não sejam estáveis. Namun Pak Tarno tetap bersyukur karena masih banyak orang yang peduli dan membantu.
Halaman Selanjutnya
“Nggak tentu sih. Yang penting ada aja yang ngasih,” ujarnya.



