Kamis, 9 de abril de 2026 – 23h15 WIB
VIVA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) em Kamis, 9 de abril de 2026, menyatakan telah menetapkan rute maritim alternatif di Selat Hormuz com alasan risiko ranjau laut di tengah ketegangan dengan Amerika Serikat.
Otoritas Forensik Irã: Mais de 3.000 Orang Tewas em Serangan AS-Israel Sejak 28 de fevereiro
Angkatan Laut (AL) IRGC memperingatkan adanya “situasi perang” di Teluk e Selat Hormuz serta kemungkinan keberadaan ranjau laut di jalur utama, menurut laporan Mehr News Agency yang melampirkan peta rute tersebut.
Qualquer estratégia que tenha sido desenvolvida é necessária para criar uma rota alternativa “hingga pemberitahuan lebih lanjut” e coordenar com o AL IRGC para obter sucesso e aumentar o potencial de laranja.
Serangan Israel no Líbano Tewaskan Penasihat Pemimpin Hizbullah, Naim Qadsem
“Mengingat kondisi perang di Teluk e Selat Hormuz serta potencial ranjau laut di jalur utama, semua kapal harus mematuhi rute navigasi alternatif,” kata AL IRGC dalam pernyataannya.
Para lalu lintas masuk, kapal diarahkan berlayar ke utara de Teluk Oman, melewati Pulau Larak, e melanjutkan perjalanan menuju Teluk.
Representantes JD Vance Pimpin delegados AS para negociações com o Irã e o Paquistão
Para todos os lintas keluar, kapal berangkat dari Teluk, melewati selatan Pulau Larak, e menuju Teluk Oman.
Situasi di Selat Hormuz masih belum stabil di tengah penutupan total oleh Iran and pembukaan bersyarat setelah pengumuman gencatan senjata sementara dengan Amerika Serikat.
Sumber di pemerintah Paquistão mengatakan bahwa delegadoasi AS e Irã akan mengadakan pembicaraan “langsung” di Islamabad to mencapai “gencatan senjata permanen” guna mengakhiri perang yang telah berlangsung desde 28 de fevereiro de fevereiro.
Negosiasi yang dijadwalkan dimulai Sabtu itu kemungkinan berlangsung lebih dari satu hari, kata sumber tersebut.
Irã Ancam Akhiri Gencatan Senjata AS Jika Israel Terus Menyerang Líbano
O Irã pode menarik diri dari perjanjian tersebut jika pelanggaran gencatan senjata oleh rezim Zionis terus berlanjut melalui serangan terhadap Líbano, kata pejabat Irã
VIVA.co.id
9 de abril de 2026




