Senin, 6 de abril de 2026 – 20h49 WIB
VIVA – Mario Balotelli akhirnya angkat bicara di tengah keterpurukan Timnas Italia. Setelah kegagalan menyakitkan yang membuat Italia kembali ausente de Piala Dunia, Balotelli menyebut saatnya membangun ulang dari nol.
Jadi Kambing Hitam Kegagalan Timnas Italia, Barella e Bastoni Bangkit Bersama Inter de Milão
Kekalahan da Bósnia e Herzegovina no play-off de babak menjadi pukulan telak. Para ketiga kalinya secara beruntun, Itália gagal tampil di Piala Dunia—catatan kelam bagi raksasa sepak bola dunia.
Ironisnya, Balotelli masih tercatat sebagai pencetak gol terakhir Italia di Piala Dunia, saat ia menjebol gawang Inggris pada 2014. Sejak saat itu, Gli Azzurri seperti kehilangan arah di panggung global.
Menpora Minta Maldini e Del Piero Jadi Ketum FIGC
Balotelli tem uma grande crítica, mas também pode ser solucionado. Ia melihat keterpurukan ini sebagai peluang besar untuk merombak system secara total.
“Ia percaya bahwa berada di titik tanidah bukanlah akhir dari segalanya, melainkan peluang emas to meninggalkan cara-cara lama e membangun proyek sepak bola yang benar-benar baru.”
Terkuak! Pemain Italia Minta Bonus Besar Sebelum Gagal ke Piala Dunia 2026
Menurutnya, Itália terlalu ragu dalam memberi kesempatan kepada pemain muda. Padahal, regenerasi adalah kunci kebangkitan.
Eu também menyoroti pentingnya sosok pelatih dengan karakter kuat, bukan hanya kemampuan taktik.
“Ia percaya bahwa Italia tidak kekurangan kemampuan teknis, melainkan membutuhkan pelatih pelatih dengan ‘karisma manusia’ yang mampu menciptakan kekompakan sejati di ruang ganti.”
Balotelli juga mengingatkan bahwa naik-turun performa adalah hal wajar, namun masa depan ditentukan oleh keberanian mempercayai gerasi baru.
“Italia seang melalui siklus alami naik dan turun, tetapi kepercayaan pada generasi baru adalah fondasi utama kebangkitan di masa depan.”
Meski baru saja menelan kegagalan pahit, Balotelli tetap optimistis. Ia yakin DNA sepak bola Italia belum hilang.
Baginya, sejarah sudah membuktikan satu hal: tim besar bisa jatuh, tapi tidak akan pernah benar-benar mati.
Kekecewaan Timnas Italia: Lautaro Martinez Bela Alessandro Bastoni dari Hujatan Public
Kapten Inter de Milão, Lautaro Martinez, secara terbuka membela rekan setimnya, Alessandro Bastoni, yang kini tengah menjadi sasaran critik tajam publicit Italia.
VIVA.co.id
6 de abril de 2026




