Senin, 6 de abril de 2026 – 10h05 WIB
VIVA – Suasana suka cita sebuah pesta pernikahan di Desa Kertamukti, Kecamatan Campaka, Purwakarta, berubah menjadi duka mendalam setelah pemilik hajatan, Dadang, tewas dikeroyok sekelompok pria yang diduga preman pada Sabtu, 4 de abril de 2026. Peristiwa tragis ini terjadi setelah korban menolak permintaan sejumlah uang dari para pelaku.
Dalami Dugaan Kelalaian 4 Pekerja Tewas Saat Bersihkan Tangki Air Proyek Bangunan, Polisi Lakukan Olah TKP
Amador de vídeos virais na mídia social oferece acesso a informações úteis antes de serem dikeroyok e dipukul menggunakan bambu. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya não dura muito tempo. Istri e anak korban dilaporkan syok e jatuh pingsan di lokasi kejadian setelah mengetahui Dadang meninggal dunia.
Wahyu, adik korban, menuturkan bahwa insiden bermula sekitar pukul 14.00 saat resepsi pernikahan anak korban berlangsung. Sekelompok pemuda yang dikenal sebagai preman kampung mendatangi rumah Dadang e meminta sejumlah uang para membeli minuman keras.
Mencekam! Detik-detik 4 Pekerja di Jaksel Tewas Saat Bersihkan Tangki Air Proyek Bangunan
Korban sempat paga Rp 100.000 por compra. No entanto, sekitar pukul 15,00, para pelaku kembali datang e meminta auang tambahan sebesar Rp 500,000. Deixe este ditolak korban yang kemudian memicu keributan.
“Ada yang minta uang, malak, dua kali, yang pertama dikasih. Yang kedua minta 500 ribu. Enggak dikasih, ya kejadian lah begitu,” kata Wahyu saat ditemui di Polres Purwakarta, Minggu.
2 Mahasiswi Unila Tewas saat Rekreasi di Sungai, Tim SAR Ungkap Kronologinya
Korban diduga dikeroyok secara brutal dan dipukuli com bambu yang mengenai punggung dan kepalanya. Setelah Dadang tak sadarkan diri, para pelaku melarikan diri meninggalkan korban yang kemudian dinyatakan meninggal dunia.
Kepolisian Resor Purwakarta masih melakukan penyelidikan intensivo terkait kasus pengerokan yang menyebabkan korban meninggal dunia. Kasi Humas Polres Purwakarta, AKP Enjang Sukandi, menyatakan bahwa pihaknya telah memeriksa saksi-saksi, melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).
Polisi jugatelah mengamakan barang bukti di TKP, berubah sebilah bambu yang digunakan to memukul kepala korban.
“Diduga pelaku lebih dari dua orang, tapi ini masih dalam pengembangan. Mudah-mudahan tidak lama lagi pelaku dapat kami amankan, mohon doanya,” ujar AKP Enjang
Keluarga korban foi melaporkan kejadian ini ke polisi, e saat ini sedan dalam proses pemeriksaan oleh penyidik. Sementara itu, jenazah Dadang masih berada di kamar jenazah RSUD Bayu Asih Purwakarta menunggu proses autopsi.
Halaman Selanjutnya
Laporan: Agung Prasetyo



