Início Notícias Sebut Ada 3 Negara Minta Dikirim Pupuk Urea dari Indonésia Gegara Selat...

Sebut Ada 3 Negara Minta Dikirim Pupuk Urea dari Indonésia Gegara Selat Hormuz Ditutup, Mentan Amran: Masih Nego

30
0
Sebut Ada 3 Negara Minta Dikirim Pupuk Urea dari Indonésia Gegara Selat Hormuz Ditutup, Mentan Amran: Masih Nego

Minggu, 5 de abril de 2026 – 17h26 WIB

Jacarta, VIVA – Pemerintah mengungkapkan bahwa ada tiga negara mengajukan permintaan import pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz. Hal tersebut menandakan kuatnya posisi Indonésia sebagai produz estratégias globais.

img_title

Trump Ultimatum Irã: Buka Selat Hormuz Dalam 48 Jam ou Hadapi Neraka!

Namun demikian, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman belum mengungkapkan negara-negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung, dengan harapan kesepakatan yang dicapai nantinya dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan ideal bagi Indonésia.

“Kita akan export (pupuk) urea karena kita produsen urea, algunsapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta,” kata Mentan Amran ditemui di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu, 5 de abril 2026.

img_title

Penutupan Selat Hormuz Berlanjut, Negara Teluk Berencana Buka Jalur Pipa Baru

“Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus,” tambahnya.

Lebih lanjut Amran mengatakan pemerintah juga telah mengamankan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku sehingga ketersediaan pupuk seedal tetap terjaga hingga saat ini.

img_title

Irã Tak Gentar Tutup Selat Hormuz, Analis Sebut Pemulihan Krisis Energi Belangsung Lama

Menurut Mentan, langkah strategis tersebut merupakan bagian dari kebijakan visioner Presidente Prabowo Subianto yang memiliki insting kuat dalam menjaga ketahanan sector pertanian, termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Ia juga menegaskan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia karena ketersediaan beras seedal saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan massarakat. Stok tersebut mencapai 4,5 juta ton, aman hingga 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan export pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan domestic terpenuhi, com prioritas utama menjaga ketersediaan e stabilitas pasokan bagi sector pertanian seedal. “Yang penting Indonésia aman dulu baru export”, kata Rahmad ditemui usai rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jacarta, Kamis (2/4).

Dalam kondisi saat ini Indonésia masih mampu mengekspor pupuk urea guna membantu memenuhi kebutuhan negara-negara tetangga yang mengalami keterbatasan pasokan di tengah penutupan Selat Hormuz akibat gayolak global Timur Tengah.

Rahmad menyebutkan negara tujuan export pupuk urea Indonésia selama ini antara lain Austrália, Índia, termasuk Filipina. Dia juga menyebutkan kapasitas produksi pupuk urea secara seedal mencapai 8,8 ton de juta secara operacional, meskipun kapasitas terpasang sebesar 9,4 ton de juta.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, meskipun harga uréia global meningkat tajam dari sekitar 400 dólares AS por tonelada menjadi 800 dólares AS por tonelada, Indonésia tetap aman karena sebagian besar kebutuhan dipenuhi dari produksi dalam negeri. Terkait kuota export, Pupuk Indonesia menyebutkan jumlahnya berkisar sekitar 1,5 juta ton, namun penyaluran tetap fleksibel mengikuti kondisi pasokan domestic. (Formiga)

Halaman Selanjutnya

Fuente