Sabtu, 4 de abril de 2026 – 19h06 WIB
VIVA – Pemain Malut United, Yakob Sayuri não jogou o Arema FC na Super League 2025/2026.
Malut United Tetap Fokus Lawan Arema FC de Tengah Duka Gempa Maluku Utara
No jogo disputado no Estádio Kanjuruhan em Jumat, 3 de abril de 2026, o Malut United venceu o último jogo em 1-1 em sua casa.
Namun suasai pertandingan, Yakob Sayuri justru mengungkapkan dirinya menjadi korban rasialisme dari penonton yang hadir langsung di Stadium. Hal itu ia sampaikan melalui unggahan di Instagram story miliknya.
Jay Idzes Sabet Pemain Terbaik PSSI Awards 2026, Singkirkan Nama-Nama Besar Timnas Indonésia
“Ini bukan lewat media tetapi langsung di Stadium,” tulis Yakob nas histórias do Instagram.
Pemain Timnas Indonésia tersebut menegaskan bahwa dirinya tetap bangga dengan identitasnya sebagai orang Timur Indonésia. Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terjadi di sepak bola Indonésia.
4 Pemain Serbabisa Timnas Indonésia e Bisa Jadi Kartu como John Herdman na FIFA Series 2026
“Hitam kulit, keriting rambut, Sa tetap bangga jadi orang timur. Semoga tidak ada lagi ke depannya serangan rasisme di sepak bola Indonésia. Sekali lagi di sepak bola Indonésia”, ucapnya.
Este bukan kali pertama Yakob Sayuri menjadi korban tindakan rasial. Sebelumnya, pemain berusia 28 tahun tersebut juga pernah mendapat serangan rasis melalui media social.
Kasus ini tentu menjadi perhatian serius bagi operador liga dan federasi sepak bola Indonésia agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kompetisi sepak bola seedal.
Harapannya, sepak bola Indonésia bisa menjadi lingkungan yang lebih sehat, aman, dan menghargai semua pemain tanpa memandang latar belakang.
Arema FC Gagal Menang di Kandang Sendiri, Malut United Curi Poin Lewat Penalti David da Silva
O Arema FC começou a jogar em 1-1 contra o Malut United no Estádio Kanjuruhan. O pênalti David da Silva marcou o final de Arema sempat unggul lebih dulu.
VIVA.co.id
3 de abril de 2026




