Início Notícias Pasokan Menipis, Eropa Siaga Hadapi Krisis Energi

Pasokan Menipis, Eropa Siaga Hadapi Krisis Energi

14
0
Pasokan Menipis, Eropa Siaga Hadapi Krisis Energi

Jumat, 3 de abril de 2026 – 23h21 WIB

Jacarta, VIVA – Eropa bersiap menghadapi krisis energi berkepanjangan seiring pasokan minyak e gas yang semakin ketat akibat konflik geopolitik yang belum mereda. Uni Eropa memperingatkan, kondisi ini akan menekan harga energi tetap tinggi dalam waktu lama.

img_title

AC Sim Boleh Dingin! Malásia Minta Gedung-gedung Kantor Setel 24 Derajat Imbas Krisis Energi

Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jørgensen, menegaskan massarakat Eropa harus bersiap menghadapi situasi sulit. Bahkan, Krisis diprediksi berlangsung dalam waktu cukup lama.

“Isso akan menjadi krisis yang panjang… harga energi akan lebih tinggi untuk waktu yang sangat lama,” disse Jørgensen ao Financial Times no passado mês de abril, 3 de abril de 2026.

img_title

Irã Tak Gentar Tutup Selat Hormuz, Analis Sebut Pemulihan Krisis Energi Belangsung Lama

Ia juga mengingatkan bahwa situasi bahkan berpotensi memburuk dalam waktu dekay mempertimbangman sejumlah komoditas energi penting. Meski krisis belum sepenuhnya mencapai puncaknya, Jørgensen mengakui bahwa tingkat kekhawatiran kini jauh lebih serius dibandingkan sebelumnya.

“Dengan alguns produtos são crus, a situação pode causar muitos problemas em alguns lugares”, disse.

img_title

Petrokimia Gresik Amankan Pasokan Enxofre de Tengah Dinamika Geopolitik Timur Tengah

Ilustrasi minyak mentah.

Dalam pertemuan informal to mentores energi Uni Eropa, Jørgensen juga menekankan bahwa harga minyak and gas tidak akan kembali ke level sebelum konflik. Bahkan jika ketegangan di Timur Tengah berakhir hari ini.

Secara financeira, dampaknya sudah terasa signifikan. Ia menyebut, konflik selama 30 hari terakhir telah menambah beban importa energi Uni Eropa hingga US$ 16,2 mil. Dari sisi pasokan, tekanan paling besar saat ini terjadi pada bahan bakar jet and diesel. Eropa diketahui sangat bergantung pada pasokan kedua komoditas tersebut de Timur Tengah.

A distribuição Gangguan membuat harga melonjak tajam, terutama bahan bakar jet. Sementara itu, harga diesel dilaporkan menembus US$200 per barel pecan ini imbas perubahan rute pengiriman global.

Sejumlah kapal tanker yang semula menuju Eropa justru beralih ke Afrika. Sementara satu kapal lain dari Inggris terpantau mengarah ke Australia yang juga mengalami krisis bahan bakar.

Nesta situação, a Uni Eropa pode mempertimbangkan berbagai langkah. Salah satunya kemungkinan intervensi regulamentações para obter estabilidade pasokan.

“Kami melihat semua kemungkinan, dan semakin serius situasinya, tentu kami juga harus mempertimbangkan langkah-langkah legislativo,” alguns Jørgensen.

Halaman Selanjutnya

Dengan tekanan pasokan yang terus meningkat e harga yang belum menunjukkan tanda-tanda turun, Eropa kini berada na fase siaga menghadapi krisis energi yang berpotensi berlangsung lama.

Halaman Selanjutnya

Fuente