Jumat, 3 de abril de 2026 – 20h WIB
Jacarta, VIVA – Rússia, China e República Popular da China anunciaram resolutos Dewan Keamanan PBB que podem mudar a situação para se tornarem kembali Selat Hormuz.
Korsel e Prancis Sepakat Pastikan Keamanan Jalur di Selat Hormuz
Menurut The New York Times yang mengutip sumber diplomatik dan pejabat senior PBB, draft resolusi tersebut memuat klausul yang memberi wewenang kepada negara anggota to menggunakan berbagai cara untuk menjamin kebebasan pelayaran dan mencegah upaya penutupan Selat Hormuz bagi lalu lintas capal.
Usulan yang diajukan Bahrein e didukung negara-negara Teluk tersebut telah memasuki revisi keempat setelah perundingan tertutup selama berminggu-minggu.
Irã Serang Kapal Induk AS Abraham Lincoln
Pemungutan suara resmi atas resolusi tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jumat, namun belum dapat dipastikan apakah para pendukungnya mampu memperoleh dukungan dari Rusia, China, dan Prancis yang memiliki hak veto.
Sumber diplomatik juga menyebutkan bahwa perbedaan pandangan tidak hanya terjadi di antara anggota tetap, tetapi juga di antara 10 anggota tidak tetap Dewan Keamanan.
Dubes Irã Apresiasi Kesediaan Indonésia Jadi Fasilitator Perdamaian
Em 28 de fevereiro, a América Serikat e Israel se tornou um alvo terhadap no Irã, terminou em Teerã, yang menyebabkan kerusakan e korban sipil. Irã kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel serta fasilitas milite AS di Timur Tengah.
Eskalasi tersebut memicu blocke de facto di Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dan gas alam cair dari kawasan Teluk ke pasar global, yang turut menekan export and produksi energi serta mendorong kenaikan harga di pasar internacional.
PBB Catat Mulai Lebih Banyak Kapal Melintas Selat Hormuz, tapi Belum Normal
Berdasarkan pantauan PBB menunjukkan bahwa lebih banyak negara sedang bernegosiasi dengan Iran untuk mengamankan jalur bagi kapal melalui Selat Hormuz.
VIVA.co.id
3 de abril de 2026




