Início Notícias Buya Yahya Ungkap Alasan Jangan Ceritakan Dosa ke Orang Lain

Buya Yahya Ungkap Alasan Jangan Ceritakan Dosa ke Orang Lain

18
0
Buya Yahya Ungkap Alasan Jangan Ceritakan Dosa ke Orang Lain

Kamis, 2 de abril de 2026 – 12h17 WIB

Jacarta, VIVA – Não importa o que aconteça, não há tempo suficiente para que o orangotango seja mantido. Namun, menurut Buya Yahya, hal tersebut justru tidak dianjurkan dalam ajaran Islam, terutama jika berkaitan dengan dosa besar seperti zina.

img_title

Mitos Tumbal Pesugihan Dibongkar Buya Yahya: Benarkah Kematiannya Harus Disempurnakan?

Melalui penjelasannya, Buya Yahya menegaskan bahwa salah satu langkah awal dalam bertaubat adalah menutup rapat-rapat aib dari sesama manusia. Se você não fizer nada de bom, não poderá fazer nada para obter um dosa orang lain, o bahkan cenderung representará uma pena negativa.

“Akan tetapi urusan perzinahan secara tobatnya yang pertama adalah sembunyikan dari manusia. 2026.

img_title

Jangan Salah Pilih! Ini Pertimbangan Penting Memilih Pasangan Menurut Buya Yahya

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa membuka aib sendiri justru dapat memperburuk keadaan, baik secara sosial maupun mental. Buya Yahya juga menegaskan bahwa dosa yang pernah dilakukan sebaiknya cukup diketahui oleh diri sendiri dan Allah SWT.

“Kalau Anda pernah kepleset tutup aib tersebut. Jangan ceritakan kepada siapapun,” tegasnya.

img_title

Escândalo Viral Suami Clara Shinta, Begini Kata Buya Yahya Soal Perselingkuhan no Islã

Mais tarde, ele mencontohkan sebuah kisah di masa Rasulullah SAW, ketika seseorang datang to mengakui dosa zina dan meminta disucikan. Namun, Rasulullah justru berulang kali mencoba mengalihkan pengakuan tersebut, seolah memberi kesempatan agar aib itu tidak perlu diungkap secara terang-terangan.

“Ada seorang datang ke Rasulullah, ‘Ya Rasulullah, aku kepeleset dalam zina. Sucikan aku, ya Rasulullah.” Nabi mengatakan mungkin kamu tidak sampai zina. Dialihkan Nabi, mungkin hanya bersentuhan saja. Tidak, ya Rasulullah, aku berzina,” terangnya.

Buya Yahya juga menekankan bahwa jalan terbaik setelah melakukan kesalahan adalah memperbanyak taubat kepada Allah, bukan kepada manusia. Ia mengajak umat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan, terutama di waktu-waktu sunyi seperti malam hari.

“Kemudian setelah itu mengadulah di tengah malam kepada Allah dengan tetesan air mata. Sebab-sebab yang menjadikan Anda terjatuh zina, Anda jauhkan semuanya,” terangnya lagi.

Tak hanya itu, ia juga memberikan harapan bagi siapa saja yang pernah melakukan kesalahan. Menurutnya, sebesar apa trocadilho dosa seseorang, pintu ampunan Allah selalu terbuka selama ada penyesalan yang tulus.

Halaman Selanjutnya

“Sebanyak apapun zina yang pernah dilakukan, sebesar apapun dosa yang pernah dilakukan, maka ketahuilah kalau sudah tobat Allah akan ampuni,” tandasnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente