Início Notícias BMKG: Gempa di Malut Akibat Deformasi Kerak Bumi

BMKG: Gempa di Malut Akibat Deformasi Kerak Bumi

16
0
BMKG: Gempa di Malut Akibat Deformasi Kerak Bumi

Kamis, 2 de abril de 2026 – 09:33 WIB

Manado, VIVA – Pelaksana Tugas Direktur Gempa Bumi e Tsunami BMKG Rahmat Triyono menyebutkan gempa yang terjadi di barat daya Pantai Pulau Batang Dua, Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara pada Kamis pagi, akibat atividades deformasi kerak bumi.

img_title

Dua Warga Manado jadi Korban Gempa M 7.6, Satu Orang Patah Kaki Loncat dari Toko

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya atividades deformasi kerak bumi,” kata dia dalam laporan terima ANTARA dari Stasiun Geofisika Manado di Manado, Kamis.

Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut memiliki mekanisme pergerakan naik (falha de impulso).

img_title

Gempa de Sulut-Malut, Satu Orang Meninggal

Gempa bumi tersebut dirasakan di Kota di Ternate com intensidades V-VI MMI (Getaran dirasakan oleh semua penduduk, kebanyakan semua terkejut dan lari keluar, plester dinding jatuh dan cerobong asap pada pabrik rusak, kerusakan ringan).

Di Ibu com intensidades V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun), Kota Manado com intensidades IV-V MMI (Getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun).

img_title

Gempa M 7.6 Guncang Bitung Sulut Picu Peringatan Dini Tsunami em 7 Wilayah

Gempa juga terasa di Gorontalo, Bone Bolango, Gorontalo Utara com intensidades III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah, terasa getaran seakan-akan ada truk berlalu), de Kabupaten Boalemo e dan Pohuwato com intensidades II-III MMI (Getaran dirasakan oleh alguns orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi tersebut berpotensi tsunami com status siaga di Kota Ternate, Halmahera, Kota Tidore, Kota Bitung, Minahasa bagian selatan, Minahasa Selatan bagian selatan, Minahasa Utara bagian selatan.

Status waspada di Kepulauan Sangihe, Minahasa Utara bagian utara, Bolaang Mongondow bagian selatan.

Berdasarkan hasil pemantauan tinggi muka air laut “Tide Gauge” tsunami terdeteksi di Halmahera Barat pada pukul 06.08 WIB com ketinggian 0.30 meter, Bitung pada pukul 06.15 WIB com ketinggian 0.20 meter, Sidangoli pada pukul 06.16 WIB com ketinggian 0.20 meter ketinggiano 0,35 metros.

Di Minahasa Utara na ponta 06.18 WIB com queda de 0,75 metros, e di Belang na ponta 06.36 WIB com queda de 0,68 metros.

Hingga pukul 06.50 WIB, monitoramento hasil BMKG menunjukkan adanya 11 atividades gempa bumi susulan (tremor secundário) com magnitude terbesar M5.5.

Halaman Selanjutnya

Dia berharap, lip memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui canal reklamasi resmi yang terverifikasi.

Halaman Selanjutnya

Fuente