Início Notícias RI Catat Excedente Neraca Perdagangan US$ 1,28 Miliar di Februari 2026, 70...

RI Catat Excedente Neraca Perdagangan US$ 1,28 Miliar di Februari 2026, 70 Bulan Berturut-turut

19
0
RI Catat Excedente Neraca Perdagangan US$ 1,28 Miliar di Februari 2026, 70 Bulan Berturut-turut

Rabu, 1º de abril de 2026 – 11h45 WIB

Jacarta, VIVA – Badan Pusat Statistik (BPS) melalui Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Ateng Hartono melaporkan, neraca dagang Indonesia pada Februari 2026 mencatatkan excedente sebesar US$1,28 miliar, dan menjadi excedente selama 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020.

img_title

Pasar Lesu! IHSG Melemah 37 Poin, Intip 3 Saham LQ45 Tetap Kinclong

No final, o excedente foi de US$ 1,28 mil em fevereiro de 2026 e foi exportado para US$ 22,17 mil e importação de US$ 20,89 mil.

“Pada Februari 2026 neraca perdagangan barang excedente US$ 1,28, dan mencatat excedente 70 bulan berturut-turut sejak Mei 2020,” kata Ateng dalam telekonferensi pers, Rabu, 1º de abril de 2026.

img_title

IHSG Sesi I Turun 26 pontos, Intip 3 Saham Top Gainers de Jajaran LQ45

Deputado Bidang Estatística Distribuída por Jasa BPS, Ateng Hartono

Deputado Bidang Estatística Distribuída por Jasa BPS, Ateng Hartono

Dia menjelaskan, excedente em fevereiro de 2026 foi maior que o excedente em mercadorias não-migas, yaitu sebesar US$2,19 miliar.

img_title

BI Catat Uang Beredar em fevereiro de 2026 Capai Rp10.089,9 Triliun

“Dimana komoditas penyumbang excedente para não-migas yaitu yang pertama lemak dan minyak hewan nabati, berikutnya bahan bakar mineral ou HS27, serta juga dari besi dan baja HS72,” ujarnya.

Pada saat yang sama, Ateng juga melaporkan bahwa neraca perdagangan komoditas migas tercatat defisit sebesar US$0,92 miliar. Dimana alguns komoditi penyumbang defisitnya terutama yaitu dari komoditas minyak mentah, komoditas dari hasil minyak, dan juga dari komoditas gas.

Sementara neraca perdagangan kumulatif pada bulan Januari hingga fevereiro de 2026, mencatat bahwa hingga fevereiro de 2026 neraca perdagangan barang mencapai excedente sebesar US$2,23 mil.

“Excedente sepanjang Januari sampai fevereiro tahun 2026 itu terutama ditopang oleh excedente komoditi não-migas, yaitu sebesar US$5,42 miliar”, disse Ateng.

“Sementara untuk komoditi migas tercatat mengalami defisit sebesar US$3,19 miliar,” ujarnya.

ilustrasi Inflasi Tetap Stabil.

Inflasi Bulan Maret Diprediksi Turun ke Kisaran 3.5 Persen, Efek Lebaran e Harga BBM Jadi Sorotan

CORE aumentou a inflação em março de 2026 para 3,5 pessoas no ano. Meski demikian, tekanan harga pangan dan transportasi saat Lebaran berpotensi mendorong inflasi bulanan.

img_title

VIVA.co.id

31 de março de 2026

Fuente