Início Notícias Terlihat Langsing Belum Tentu Sehat! Ternyata, Ada Obesitas Tersembunyi yang Sering Terabaikan

Terlihat Langsing Belum Tentu Sehat! Ternyata, Ada Obesitas Tersembunyi yang Sering Terabaikan

22
0
Terlihat Langsing Belum Tentu Sehat! Ternyata, Ada Obesitas Tersembunyi yang Sering Terabaikan

Selasa, 31 de março de 2026 – 15h50 WIB

Jacarta, VIVA – Selama ini, banyak orang menilai kesehatan dari apa yang terlihat di luar. Tubuh ramping, ukuran pakaian standar, serta angka timbangan yang normal kerap dianggap sebagai tanda bahwa seseorang berada dalam kondisi sehat.

img_title

Estudos Terbaru: Método Lama Ini 5 Kali Lebih Efetivo para Turunkan Berat Badan Jangka Panjang

Namun, anggapan tersebut mulai dipatahkan oleh tyman medis terbaru. Na verdade, não há nenhuma obesidade terlihat secara kasat mata. Seseorang bisa tampak langsing, tetapi sebenarnya menyimpan kadar lemak tubuh yang tinggi—kondisi yang dikenal sebagai obesitas dengan berat badan normal ou obesidade de peso normal. Role para obter informações selengkapnya, yuk!

Os fenômenos foram mencionados para dokter karena sering kali luput dari deteksi hingga akhirnya menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

img_title

Cara Cepat Menurunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Esta Dieta de 10 Métodos é Bisa Dicoba!

Lemak Tersembunyi de Balik Tubuh Langsing

Menurut Dr.

img_title

Pentingnya Tes Genetik untuk Turunkan Berat Badan, Rahasia Diet Lebih Tekstif!

“Seseorang yang terlihat kurus sebenarnya bisa memiliki kadar lemak tubuh yang tinggi, yaitu kondisi yang dikenal sebagai obesitas dengan berat badan normal. cardiovascular, e metabólico gangguan lainnya”, segundo Dr. Aastha Gupta, publicado no Times of India, Selasa 31 Maret 2026.

Namun karena berat badan mereka masih dalam categori normal, kondisi ini sering sulit dikenali.

“Pola makan yang buruk, kurang olahraga, dan massa otot yang sangat rendah menjadi penyebab utamanya.

Artinya, menski tapilan luar terlihat ideal, kondisi di dalam tubuh bisa sangat berbeda. Lemak yang menumpuk, terutama di sekitar órgão vital seperti hati dan jantung, dapat memicu berbagai penyakit tanpa disadari.

Avaliação do IMC em Menilai Kesehatan

Neste caso, o Índice de Massa Corporal (IMC) é considerado ideal ou não. Digamos que este método não seja útil para a maioria das pessoas.

Manish Kumar Tomar menjelaskan bahwa obesitas com berat badan normal menggambarkan kondisi seseorang yang memiliki IMC normal tetapi kadar lemak tubuhnya tinggi, terutama lemak visceral yang berada di sekitar órgão.

Halaman Selanjutnya

“Secara genetic mereka tampak bugar, namun kelebihan lemak ini tetap dapat memicu risiko metabolik di dalam tubuh. Studi menunjukkan bahwa hingga 25 pessoas populasi mengalami kondisi ini, jumlah yang jauh lebih besar dari yang diperkirakan banyak orang,” ungkapnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente