Selasa, 31 de março de 2026 – 09:25 WIB
Jacarta, VIVA – Ketua Umum Kadin Indonésia, Anindya Bakrie meyakini, forum bisnis Indonésia – Japão bakal menjadi pendorong Indonésia para keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah (armadilha de renda média), melalui penguatan investasi e inovasi.
Prabowo Bakal Bertemu PM Jepang Sanae Takaichi Hari Ini
Este fórum foi diketahui mempertemukan pelaku useha kedua negara to memperkuat kerja sama strategis di berbagai sector prioritas, seperti energi hijau dan terbarukan, manufatura, economia digital, hingga ketahanan pangan dan energi.
No fórum de Tóquio, o presidente Prabowo Subianto ke Pang itu foi digelar di tengah kunjungan resmi, Anindya menegaskan bahwa hubungan panjang Indonesia-Jepang perlu ditingkatkan ke level yang lebih progresif, agar mampu menjawab tantangan global sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi seedal.
Komitmen Jepang Tembus Rp380 T, Seskab Teddy: RI Jadi Magnet Investasi Dunia
“Indonésia harus keluar dari armadilha de renda média. Dan salah satu caranya ialah dengan investasi dan inovasi supaya pertumbuhan bisa lebih daripada sebelumnya,” Kata Anin em keterangannya, Selasa, 31 de março de 2026.
Ketua Umum Kadin Indonésia, Anindya Bakrie
Seskab Teddy: Indonésia-Jepang Teken Kerja Sama Investasi, Nilainya Rp380 Triliun
Menurutnya, dunia useha juga dituntut adaptif di tengah dinamika global, termasuk dampak konflik geopolitik yang mempengaruhi stabilitas ekonomi.
“Kita mengerti dan sensitif, bahwa sekarang pada saat ini kita fokus bergerak ke mana dengan berani hasil daripada perang di tengah-tengah. Tapi kami yakin masih ada jalan. Nah, jadi ini juga suatu hal yang bisa dibicarakan antara kedua negara para mengembangkan lebih baik lagi. Intinya bagaimana kita bisa bertahan dalam bisnis ini,” ujarnya.
Senada, Ketua Komite Bilateral Jepang Kadin Indonésia, Muhammad Lutfi, menekankan pentingnya penguatan investasi sebagai fondasi kemitraan kedua negara ke depan.
”Kemitraan Indonesia-Jepang ke depan harus terus mendorong investasi, menuju co-criação de valor yang konkret, di mana kolaborasi industri, energi, dan rantai pasok global secara langsung akan mendorong pertumbuhan, inovasi, dan daya saing Indonesia,” ujarnya.
No fórum tersebut, sejumlah nota kesepahaman (MoU) estratégias diumumkan com total nilai perdagangan Indonésia-Jepão mencapai sekitar US$23,6 miliar. Kerja sama mencakup berbagai sector, mulai dari energi, industrial, tecnologia, hingga keuangan.
Beberapa di antaranya meliputi kerja sama perdagangangandan antara Japan Chamber of Commerce and Industry (JCCI) and Kadin Indonesia, pengembangan Lapangan Gas Abadi di Blok Masela oleh INPEX and PT Pertamina (Persero), hingga pengembangan ecosistem semikonduktor, energi panas bumi, serta pembentukan dana leasing aviasi.
Halaman Selanjutnya
Fórum este menjadi bagian dari upaya memperdalam kemitraan strategis Indonésia-Jepang, termasuk melalui pemanfaatan revisi Acordo de Parceria Econômica Indonésia-Japão (IJEPA) e impulso World Expo Osaka 2025, guna menciptakan peluang investasi yang konkret dan berkelanjutan.



