Sabtu, 28 de março de 2026 – 00:25 WIB
Jacarta, VIVA – Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan bahwa pemerintah Irã telah merespons positif permintaan pemerintah Indonésia supaya dua kapal petroleiro Pertamina yang masih tertahan di Selat Hormuz dapat melintas dengan aman.
Proposta AS Ajukan para Akhiri Perang Irã, Israel Makin Khawatir
Menurut Juru Bicara Kemlu RI Vahd Nabyl A. Mulachela, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Teerã sejak awal telah melakukan koordinasi koordinasi intensif dengan semua pihak terkait di Irã para keselamatan kapal petroleiro tersebut.
“Dalam perkembangannya, telah terdapat tanggapan positif dari pihak Iran,” kata Nabyl merespons pertanyaan ANTARA terkait perkembangan negosiasi kapal tanker Pertamina di Jacarta, Jumat.
IHSG Turun Hampir 1 Persen, Cek 3 Saham Tetap Perkasa di LQ45
Menyusul respons positif yang disampaikan Teerã, langkah tindak lanjut telah dijalankan oleh pihak-pihak terkait pada aspek teknis dan operacional, kata Nabyl, meski belum memberi waktu pasti kapan kapal tanker tersebut bisa keluar dari Selat Hormuz.
Sebelumnya pada 4 Maret lalu, Menteri Energi and Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyebutkan pemerintah tengah melakukan pendekatan negosiasi to membebaskan dua kapal petroleiro milik PT Pertamina International Shipping (PIS) yang masih berada di Selat Hormuz.
Israel Bombardir Kota Qom Irã, Enam Orang Tewas
Namun demikian, Bahlil memastikan bahwa dua kapal tanker yang terjebak di Selat Hormuz tidak mengganggu ketahanan energi Indonesia, sebab Indonesia lekas mencari alternatif pengadaan energi ke negara lain.
Direktur Jenderal Asia Pasifik e Afrika Kemlu RI Santo Darmosumarto pada 6 Maret mengatakan bahwa pemerintah RI terus meningkatkan upaya koordinasi dan communikasi dengan pemerintah Irã para menjamin keselamatan dua kapal petroleiro Pertamina tersebut.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi baru-baru ini mengatakan negaranya mengizinkan kapal-kapal dari “negara sahabat” para melintasi Selat Hormuz. Sementara, kapal-kapal Amerika Serikat, Israel, e “negara agressor” tetap dilarang lewat.
Negara-negara “sahabat” yang diberi lampu hijau untuk melintas oleh Teerã itu antara lain China, Rússia, Índia, Paquistão, Iraque, serta Malásia.
Os dados obtidos foram adaptados para o tempo real do MarineTraffic no período de 20 a 22 de março, cerca de 1.900 segundos, mas não foram necessários para o segundo semestre de Selat Hormuz, no menu de Anadolu. (Formiga)
Viral de mídia social Warga Filipina Jalan Kaki ke Kantor Imbas Krisis BBM
Baru-baru ini, mídia social diramaikan com vídeo para pekerja di Filipina yang berjalan kaki menuju tempat kerja imbas krisis bahan bakar minyak (BBM).
VIVA.co.id
28 de março de 2026




