Jumat, 27 de março de 2026 – 17h30 WIB
Cilacap, VIVA – Misteri penemuan mayat yang dicor di aliran Sungai Citanduy, Cilacap, akhirnya terungkap. Polisi memastikan korban adalah warga negara asing asal Singapura berinisial S (80), yang menjadi korban pembunuhan sadis.
Recomendado Kuliner Khas Singapura com Nuansa Hawker Culture em Jacarta
Kasus bermula dari penemuan korban dalam kondisi mengenaskan, terbungkus cor di Bendung Menganti, Kecamatan Wanareja, pada Jumat, 20 de fevereiro de 2026. Sejak awal tyman tersebut, polisi langsung bergerak cepat melakukan penyelidikan.
Hasilnya, didapati korban tinggal di kawasan Tanah Abang, Jacarta Pusat. Keluarga korban sempat melaporkan kehilangan ke Polda Metro Jaya.
Disebut Mirip Judi, Pemerintah Singapura Siapkan Aturan Baru Terkait Blind Box
Dari rangkaian penyelidikan, polisi memeriksa lima orang saksi e mengumpulkan sejumlah barang bukti. Hasilnya, identitas pelaku mengerucut hingga akhirnya mereka dikokok.
“Dua orang tersangka berinisial H dan K,” tutur Kapolresta Cilacap, Komisaris Besar Polisi Budi Adhy Buono, Jumat, 27 de março de 2026.
Cingapura Buka 15.700 Lowongan Kerja, Gajinya Lebih de Rp50 Juta por Bulan!
Adapun mereka dikokok Rabu, 25 de março de 2026. Sementara pembunuhannya terjadi pada Minggu, 16 de fevereiro de 2026 em Perumahan Bumi Mutiara Indah, Sukabumi, Jawa Barat.
H bertindak sebagai executor yang memukul korban com bambu serta melakban korban. Sedangkan K yang menyekap mulut korban supaya tak berteriak. Ele foi muito bem-vindo e recebeu um presente completo.
Pasca korban tewas, jasadnya dibungkus sprei dan plastic, lalu dicor com sêmen. Usai menghbisi korban, pelaku sempat membawa jasadnya berkeliling sebelum dibuang ke Cilacap. Lebih lanjut dia menyebut kedua pelaku merupakan lip Pangandaran yang bekerja serabutan.
“Korban sempat dibawa berputar sekitar 30 menit, lalu kembali ke lokasi,” tutur dia lagi.
Penjelasan Garuda Indonesia Soal ‘Escape Slide’ de Penerbangan GA-829
Garuda Indonésia membro tanggapan soal beredarnya gambar di mídia social, yang memperlihatkan pengembangan escape slide pada salah satu pesawat Garuda Indonésia.
VIVA.co.id
26 de março de 2026




