Kamis, 26 de março de 2026 – 17h06 WIB
Jacarta, VIVA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk ou BSI mencatatkan pertumbuhan laba bersih (não auditado) sekitar 17 persen (ano a ano/ano) mencapai Rp1,36 triliun, melanjutkan tren pertumbuhan berkelanjutan dalam alguns tahun terakhir.
RIlis Tabungan Umrah, BSI Bidik Godain 2 Juta Nasabah
Menu Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo kinerja tersebut mencerminkan kondisi perseroan yang solid pada awal tahun.
Langkah perseroan dalam akselerasi digital, perluasan layanan bisnis emas, penguatan segmento consumer, serta peningkatan dukungan terhadap program pemerintah pada setor elektrof dan UMKM berkontribusi terhadap terjaganya tren pertumbuhan kinerja yang positif dan berkelanjutan.
BSI Salurkan Rp3,5 Triliun FLPP e KUR Rp12,2 Triliun ke 90 Ribu Nasabah
Eu também mencatat, pendapatan berbasis komisi (renda baseada em taxas / FBI) no máximo 30 pessoas (ano) custando Rp1,47 triliun. Contribuidor do FBI foi responsável pelo banco do banco emas que mencatat lonjakan tertinggi sebesar 136,55 pessoas custou Rp463 miliar.
Selain itu, o FBI também é responsável pelo tesouro financeiro e pelo canal eletrônico. Hingga Fevereiro 2026, jumlah pengguna superapps BYOND by BSI mencapai 6.3 juta dengan jumlah transaksi mencapai 125.4 juta transaksi.
BSI Resmi dapat Izin Bouillon dari OJK para Jasa Simpanan Emas
Dari sisi kinerja intermediasi, pembiayaan tercatat tumbuh 14,32 persen (yoy) menjadi Rp323 triliun, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmentmen consumer, khususnya bisnis emas.
Selain itu, pertumbuhan pembiayaan juga diperkuat melalui kontribusi pembiayaan ritel termasuk UMKM mencapai Rp52,43 triliun atau naik 6,10 persen (yoy).
Você também pode obter informações sobre o UMKM naik kelas mulai dari pendampingan, pelatihan, pembiayaan, correspondência de negócios, hingga penyediaan layanan BSI UMKM Center.
Pertumbuhan pembiayaan juga ditopang dari strategi perseroan dalam memperkuat diferensiasi melalui bisnis caldo banco yang menjadi salah satu keunggulan BSI.
Sejam memperoleh izin caldo banco, bisnis emas BSI menunjukkan pertumbuhan signifikan dan menjadi salah satu pendorong utama kinerja perseroan.
Kinerja ini turut diperkuat oleh peningkatan kelolaan emas yang telah mencapai sekitar 22,5 ton serta base nasabah yang terus berkembang hingga 23 juta dalam empat tahun terakhir.
Selanjutnya, dari sisi pengimpunan dana, perseroan mencatat dana pihak Ketiga (DPK) tumbuh 14,76 pessoas (yoy) menjadi Rp366 triliun.
Pertumbuhan DPK didorong oleh peningkatan tabungan sebesar 16,06 pessoas (ano) custando Rp154 triliun. Menurut perseroan, hal ini mencerminkan semakin tingginya kepercayaan massarakat terhadap layanan perbankan syariah.
Halaman Selanjutnya
Likuiditas perseroan juga tetap terjaga com financiamento para relação de depósito (FDR) no nível 88,20 pessoas. Sementara itu, kontribusi fee based income terhadap total pendapatan juga semakin meningkat, tercermin dari kenaikan rate based rate menjadi 24.59 persen secara tahunan.



