Rabu, 25 de março de 2026 – 03:42 WIB
Teerã, VIVA – A geopolítica de Timur Tengah memasuki fase berbahaya setelah serangan udara yang melibatkan Amerika Serikat e Israel menewaskan salah satu tokoh penting keamanan seedal Irã. Peristiwa this bukan hanya memperkeruh konflik Kawasan, tetapi juga berpotensi mengguncang stabilitas global, termasuk sector energi and dan ekonomi dunia yang sangat sensitif terhadap dinamika di Kawasan tersebut.
Serangan AS-Israel Rusak 114 Situs Budaya no Irã
Pemerintah Irã bergerak cepat mengisi kekosongan strategis tersebut. O presidente Masoud Pezeshkian melalui jajarannya resmi menunjuk Mohammad Bagher Zolghadr sebagai pengganti Ali Larijani da posição do secretário Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC). Pengumuman ini disampaikan oleh deputi reklamasi presiden melalui platform X pada Selasa, 24 Maret 2026 waktu setempat.
SNSC merupakan institusi vital yang mengoordinasikan kebijakan keamanan dan luar negeri Irã. Dewan ini dipimpin langsung oleh presidid dan diisi oleh para petinggi militar, intelijen, serta perwakilan dari pemimpin tertinggi Irã, Mojtaba Khamenei.
Bicha! Presidente Jerman Kritik Trump, Sebut Perang Irã Kesalahan Besar yang Bawa Bencana
Pengamat menilai penunjukan Zolghadr menunjukkan arah baru dalamstruktur kekuasaan Irã. A Al Jazeera na década de 1990, mas bahwa keputusan ini mengindikasikan upaya memperkuat dominasi militer dalam pengambilan kebijakan strategis.
Laporan Al Jazeera menilai bahwa penunjukan Zolghadr mencerminkan upaya kepemimpinan Irã para memperkuat unsur militer dalamstruktur keamanan seedal. Media tersebut juga menyoroti bahwa setiap proses negosiasi ke depan kemungkinan besar harus melalui persetujuan Zolghadr sebelum keputusan dapat disahkan.
Iraque Tolak Bergabung nas operações de Selat Hormuz
Latar Belakang Militer Kuat
Zolghadr bukan sosok baru di lingkar kekuasaan Irã. Ele se tornou membro do Corpo da Guarda Revolucionária Islâmica (IRGC), uma elite de elite que se tornou membro da política e não negou tersebut.
Karier milliternya dimulai sejak perang Irã-Iraque na era 1980-an. Setelah itu, ia menanjak menjadi Kepala Staf Gabungan IRGC selama delapan tahun, sebelum menjabat Wakil Panglima selama periode yang sama.
Chove em 2005, na era do presidente Mahmoud Ahmadinejad, Zolghadr ditunjuk sebagai Wakil Menteri Dalam Negeri bidang keamanan dan kepolisian. Penunjukan tersebut kala itu dianggap sebagai langkah memperkuat pengaruh IRGC na ranah politik sipil.
Seja 2023, ele também menjabat sebagai Sekretaris Dewan Kebijakan (Conselho de Conveniência), lembaga strategis yang berperan sebagai penengah dalam konflik kebijakan antar lembaga negara dan penasihat bagi pemimpin tertinggi Irã.
Halaman Selanjutnya
Política e negociações



