Início Notícias AS ‘Palak’ Rp 80 Ribu Triliun dari Negara-negara Arab Untuk Bantu Perang...

AS ‘Palak’ Rp 80 Ribu Triliun dari Negara-negara Arab Untuk Bantu Perang Lawan Irã

24
0
Kedubes AS di Caracas Venezuela Kembali Beroperasi usai 7 Tahun Ditangguhkan

Senin, 23 de março de 2026 – 16h10 WIB

VIVA –Amerika Serikat disebut-sebut meminta dana hingga triliunan dolar dari negara-negara Arab di kawasan Teluk terkait perang melawan Iran. Hal ini disampaikan oleh juranalis Oman, Salem Al-Juhouri, dalam siaran BBC árabe.

img_title

Trump Serang Presidente Israel Sebut Lemah dan Menyedihkan, Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Dia mengklaim bahwa pemerintahan Donald Trump seang mekanan tekanan kepada negara-negara Teluk agar ikut terlibat dalam perang, baik secara militer maupun financeira.

“Sekarang beredar sejumlah informasi yang menyebutkan bahwa presiden AS meminta negara-negara anggota GCC membayar sekitar 5 T Dollar (Rp80.000 triliun) jika mereka ingin perang ini terus berlanjut. Sementara jika mereka ingin perang dihentikan, mereka harus membayar sekitar 2.5 T USD (Rp40,000 triliun) kepada Amerika Serikat atas apa yang sudah dilakukan selama ini”, disse Al-Juhouri dikutip do Middle East Eye, Senin 23 de março de 2026.

img_title

Kuba Siaga Militer Antisipai Serangan AS

Terkait com este conhecimento, hingga saat ini belum ada confirmasi resmi dari pihak Amerika Serikat maupun negara-negara Teluk terkait klaim tersebut.

Gedung Putih Ajukan Tambahan Dana Perang

img_title

Desligamento Pemerintah AS Picu Kekacauan Bandara, Antrean Panjang e Penerbangan Tertunda

Sebelumnya pada Kamis pekan lalu, Gedung Putih dilaporkan mengajukan dana tambahan sebesar 200 miliar USD (Rp 3.200 T) para perang di Iran. O Presidente Trump mengatakan dana ini diperlukan to mengisi kembali persediaan amunisi dan perlengkapan lain yang menipis akibat konflik tersebut serta bantuan sebelumnya ke negara lain.

“Dunia saat ini sangat tidak stabil. Kami ingin memiliki cadangan amunisi dalam jumlah besar. Saat ini memang masih banyak, tapi sudah bekurang karena terlalu banyak diberikan ke Ukraina”, disse Trump dikutip dari laman BBC.

Permintaan dana ini muncul bersamaan dengan insiden darurat yang melibatkan jet tempur F-35 milik AS, yang harus melakukan pendaratan darurat di pangkalan udara AS pada Kamis setelah menjalankan misi tempur di atas Iran, menurut juru bicara Komando Pusat AS.

Pesawat tersebut berhasil mendarat dengan selamat e pilotnya dalam kondisi stabil. A mídia AS melaporkan, mengutip sumber anônimo, bahwa F-35 itu kemungkinan terkena tembakan dari pihak Irã.

O Pentágono memperkirakan harga satu unidade jet semacam itu bisa mencapai 77 dólares de juta AS ou setara Rp 1,23 T.

Halaman Selanjutnya

“Insiden ini masih dalam penyelidikan,” ujar juru bicara Komando Pusat.

Halaman Selanjutnya

Fuente