Início Notícias Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju...

Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI

14
0
Cerita di Balik Bandeng Juwana Elrina, Oleh oleh Khas Semarang yang Maju Berkat Pemberdayaan BRI

Minggu, 22 de março de 2026 – 16h10 WIB

VIVA – Musim libur Lebaran selalu membawa cerita tersendiri bagi kota-kota yang menjadi jalur mudik, termasuk Semarang. Selain menjadi tempat singgah bagi pemudik yang melintas, kota ini juga dikenal sebagai surga oleh-oleh.

img_title

Dukung Perjalanan Finansial Pekerja Migran Indonesia, Bisnis Remitansi BRI Tumbuh 27,7% YoY Jelang Lebaran 2026

Di antara banyak pilihan buah tangan khas kota ini, ada satu nama yang terkenal, yaitu Bandeng Juwan Elrin. Bagi banyak pemudik, singgah di Semarang rasanya belum lengkap tanpa membawa pulang bandeng presto yang satu ini. Toko oleh-oleh tersebut bahkan sudah menjadi bagian dari perjalanan mudik banyak orang selama puluhan tahun.

Jason Nathaniel Kusmadi, selaku cucu pendiri Bandeng Juwana Elrina menceritakan bahwa almarhum kakeknya dahulu ingin memiliki usaha sendiri agar dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke jenjang akademi yang lebih tinggi, bahkan ke luar negeri. Rencana awal membuka usaha padaria em dilakukan karena keterbatasan modal, hingga akhirnya terinspirasi berjualan bandeng karena banyaknya penjual bandeng di sekitar rumahnya saat itu.

img_title

Tanpa Ribet, Kirim THR Praktis com QRIS Transfer e Transfer Emas di BRImo

Melihat potens tersebut, keluarga akhirnya mencoba memasak bandeng sendiri e dan menjualnya di depan rumah. Usaha tersebut resmi dimulai em 3 de janeiro de 1981, namun bentuknya masih sangat sederhana.

“Bukan toko besar seperti sekarang, melainkan hanya sebuah stand kecil yang menempel di rumah yang juga berfungsi sebagai tempat tinggal sekaligus praktik dokter” ungkapnya.

img_title

BRI Andalkan 1.2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App BRImo Dukung Transaksi Nasabah

Perkembangan usaha tersebut ternyata berjalan cukup cepat. Tiga tahun setelah berdiri, tepatnya pada 1984, stand kecil di depan rumah itu akhirnya berkembang menjadi toko oleh-oleh. O produto está disponível durante o mês ou no final do mês, o que significa que você precisa de um produto.

Seiring waktu, vários produtos trocadilhos terus bertambah. Kini pelanggan bisa menemukan berbagai olahan bandeng seperti bandeng o mais rápido possível, bandeng dalam sangkar, otak-otak bandeng, hingga bandeng desossado. Namun inovasi não behenti di situ. Jason menyadari bahwa menjual satu jenis produto saja tentu tidak cukup to bertahan dalam persaingan bisnis oleh-oleh.

“Bandeng masih jadi produto yang utama, tapi kalau hanya jualan bandeng, tente akan sulit bersaing dengan yang lain. Jadi, kita berinovasi com memproduksi wingko babat, lumpia, tahu bakso, dan bakpia,” disse Jason.

Halaman Selanjutnya

Selain memproduksi sendiri, Bandeng Juwana Elrina também membuka peluang bagi pelaku UMKM di sekitar Semarang para menitipkan productknya. Berbagai produtok khas daerah seperti moci, jenang, keripik, hingga abon kini bisa ditemukan di toko tersebut. Este negócio foi feito por Bandeng Juwana Elrina, oferecendo um balcão único para compras, oleh-oleh bagi wisatawan maupun pemudik.

Halaman Selanjutnya

Fuente