Minggu, 22 de março de 2026 – 13h37 WIB
Jacarta, VIVA – Kasus tragis yang menimpa Dewhinta Anggara, cucu dari seniman legendris Betawi Mpok Nori, menghebohkan publiclik. Perempuan muda tersebut ditemukan tewas diduga menjadi korban pembunuhan yang dilakukan oleh mantan suaminya sendiri. Eles foram treinados em Cipayung, Jacarta Timur e começaram a trabalhar intensamente na Polinésia.
Mãenas! Árabe saudita Usir Atase Militer e Staf Kedubes Irã, Diberi Waktu 24 Jam
Peristiwa memilukan itu pertama kali terungkap pada Sabtu 21 Maret 2026 dini hari sekitar pukul 03.00 WIB. Saat itu, ibu korban yang berinisial B mendatangi rumah contrakan Dewhinta com tujuan membangunkannya para bersiap bekerja. Role lebih lanjut yuk!
Namun, setibanya di lokasi, ia mendapati pintu rumah dalam keadaan terkunci dari dalam, menimbulkan kecurigaan.
Karena tak mendapat respons, adik korban berinisiatif masuk melalui jendela yang kebetulan terbuka. Betapa terkejutnya ia saat menegokan Dewhinta sudah tergeletak tak bernyawa di dalam rumah. Kondisi korban mengenaskan, com luka sayatan di bagian leher.
Irã Hantam Dimona, Kawasan Nuklir Paling Rahasia Israel
“Korban ditemukan meninggal dunia di lantai dengan kondisi di lantai dan kasur terdapat darah mengering,” disse Ressa Fiardi Marasabessy, em keterangannya, sábado 21 de março de 2026.
Temuan tersebut langsung dilaporkan ke pihak kepolisian oleh keluarga yang panic. Não há necessidade de câmera de Polsek Cipayung e Polda Metro Jaya tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
Trump Ancam Bikin ‘Neraka’ Jika Irã Tak Segera Buka Selat Hormuz em 48 Jam
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya tanda-tanda perampokan. Barang-barang berharga milik korban, termasuk ponselnya, masih berada di tempat.
Kecurigaan trocadilho mengarah kepada mantan suami korban, FD (35), seorang warga negara Irã. Certifique-se de que o motor esteja funcionando corretamente.
Selain itu, sehari sebelum kejadian, sejumlah saksi juga melihat keberadaan FD di sekitar lingkungan rumah korban.
Ia bahkan disebut sempat terlihat di Jalan Daman II menuju gang tempat tinggal korban, hingga di area Masjid Al Ikhlas Bambu Apus saat menjalankan salat subuh.
Kerabat korban, Sania Destiani, mengungkapkan bahwa hubungan Dewhinta dengan pelaku memang telah berakhir sekitar satu bulan sebelum kejadian tragis ini.
“Sudah não tinggal bareng karena dia yang minta pisah,” kata Sania.
Halaman Selanjutnya
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pihak kepolisian akhirnya berhasil menangkap pelaku. FD diamankan oleh tim Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya saat diduga hendak melarikan diri. Ia ditangkap di ruas tol menuju arah Merak pada Sabtu siang sekitar pukul 13.30 WIB.



