Início Notícias KPK Sebut Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil Jadi Tahanan Rumah Merupakan Estratégias de...

KPK Sebut Pengalihan Penahanan Yaqut Cholil Jadi Tahanan Rumah Merupakan Estratégias de Penyidikan

11
0
KPK Tahan Eks Menag Yaqut hingga 31 Março 2026

Minggu, 22 de março de 2026 – 13h15 WIB

VIVA –Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap alasan dibalik pengalihan penahanan mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo menejlaskan pengalihan penahanan Yaqut menjadi tahanan rumah bukan karena sakit.

img_title

Bukan Sakit, Ini Alasan KPK Alihkan Penahanan Yaqut Jadi Tahanan Rumah

“Bukan karena kondisi sakit,” kata dia kepada awak media, 22 de março de 2026 em Jacarta.

Di sisi lain, KPK juga mengungpa bahwa keputusan menjadikan tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji sekaligus mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas menjadi tahanan rumah merupakan bagian dari strategi penyidikan.

img_title

Reaksi Para Tahanan KPK saat Eks Menag Yaqut Dikabulkan Jadi Tahanan Rumah

“Setiap proses penyidikan tentu memiliki kondisi dan strategi penanganan perkara yang berbeda, termasuk dalam penahanan seseorang sebagai tersangka”, disse Budi.

Budi juga mengungkap langkah KPK terhadap Yaqut Cholil tersebut dapat berbeda dengan tersangka kasus lainnya, seperti mantan Governador Papua Lukas Enembe.

img_title

KPK: Status Yaqut Jadi Tahanan Rumah Tak Bersifat Permanen

Lukas Enembe sebelum meninggal dunia e masih menjadi tahanan KPK sempat dibantarkan karena sakit. Sementara Yaqut Cholil menjadi tahanan rumah bukan karena sakit.

Sebelumnya, em 21 de março de 2026, istri dari terdakwa kasus dugaan korupsi dalam bentuk pemerasan sekaligus mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan Immanuel Ebenezer Gerungan, yakni Silvia Rinita Harefa, berbicara kepada para jurnalis setelah menjenguk suaminya.

Silvia menyampaikan kepada para jurnalis yang menunggunya bahwa beredar informações de antara para tahanan mengenai tidak terlihatnya Yaqut di rumah tahanan negara ou rutan.

“Tadi sih sempat enggak lihat Gus Yaqut ya. Infonya sih, katanya keluar Kamis (19/3) malam,” kata Silvia pada Sabtu (21/3) siang.

Ia melanjutkan mendapatkan informasi bahwa Yaqut juga tidak terlihat saat pelaksanaan salat Idul Fitri pada 21 Maret 2026.

“Kata orang-orang di dalam ya, enggak ada. Beliau enggak ada,” katanya.

Ketika dikonfirmasi lebih lanjut apakah hanya Ebenezer yang mengetahui informasi tersebut, dia menyatakan semua tahanan tahu.

“Semuanya pada tahu mengenai itu. Cuma mereka bertanya-tanya saja. Katanya ada pemeriksaan, tetapi kan enggak mungkin kalau menjelang malam takbiran ada pemeriksaan gitu kan. Sampai hari ini (Sabtu, 21 Maret) trocadilho enggak ada,” ujarnya.

Oleh sebab itu, dia sempat menyarankan para juranalis para memverifikasi informasi yang dia dapatkan.

Halaman Selanjutnya

“Coba aja kawan-kawan cari info lagi. Itu aja sih infonya,” katanya.

Halaman Selanjutnya

Fuente