Início Notícias Trump Ancam Bikin ‘Neraka’ Jika Irã Tak Segera Buka Selat Hormuz em...

Trump Ancam Bikin ‘Neraka’ Jika Irã Tak Segera Buka Selat Hormuz em 48 Jam

17
0
Trump Ancam Bikin 'Neraka' Jika Irã Tak Segera Buka Selat Hormuz em 48 Jam

Minggu, 22 de março de 2026 – 10h32 WIB

VIVA – O presidente AS Donald Trump em 21 de março de 2026, membro da equipe do Irã para membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran ou menghadapi kehancuran infrastruktur energinya, saat Teerã melancarkan serangan paling merusak terhadap Israel hingga saat ini.

img_title

Ini Senjata Rahasia Irã yang Diklaim Bikin Jet Tempur Siluman F-35 AS Jatuh

Ultimato tersebut, yang disampaikan hanya sehari setelah pemimpin AS mengatakan ia sedang mempertimbangkan para “mengakhiri” operasi militer setelah tiga minggu perang, muncul ketika jalur minyak utama tersebut tetap tertutup dan ribuan Marinir AS lainnya sedang menuju Timur Tengah.

Trump menulis di Truth Social bahwa AS akan “menyerang dan menghancurkan” pembangkit listrik Irã – “dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu” – jika Teerã tidak sepenuhnya membuka kembali selat tersebut dalam waktu 48 jam, ou pukul 23.44 GMT pada hari Senin, menurut waktu não.

img_title

Diduga Mainkan Strategi Baru di Tengah Konflik Irã, Putin Dicurigai Ingin Pecah Belah NATO

Sejak AS e Israel melancarkan perang melawan Irã em 28 de fevereiro, Irã secara sekretif menutup Selat tersebut sebagai balasan.

Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi mengatakan Teerã hanya memberlakukan pembatasan pada kapal-kapal dari negara-negara yang terlibat dalam serangan terhadap Irã, dan akan membantu negara-negara lain yang tidak terlibat dalam konflik tersebut.

img_title

Pesan Mojtaba Khamenei ke Rakyat Irã de Hari Nowruz: Musuh Sedang Dikalahkan

Resposta Irã

Menanggapi ancaman Trump, militer Iran mengatakan akan menargetkan infrastruktur energi dan dessalinasi “milik AS dan rezim di Kawasan itu”, menurut kantor berita Fars.

Ultimato Trump em hari Sabtu terjadi algunsapa jam setelah dua rudel Irã menghantam Israel selatan, melukai lebih de 100 orang dalam serangan paling merusak sejak perang dimulai. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu começou a usar membalas “de todas as linhas”.

Serangan tersebut, yang lolos dari sistema pertahanan rudal Israel, merobek fasad bangunan perumahan e membuat kawah di tanah.

Petugas pertolongan pertama mengatakan 84 orang terluka di kota Arad, 10 di antaranya luka serius. Beberapa jam sebelumnya, 33 orang terluka di Dimona terdekat, di mana rekaman AFPTV menunjukkan lubang besar yang digali di tanah di samping tumpukan puing dan logam bengkok.

Dimona memiliki fasilitas yang secara luas diyakini sebagai lokasi satu-satunya persenjataan nuklir di Timur Tengah, meskipun Israel tidak pernah mengakui memiliki senjata nuklir.

Halaman Selanjutnya

Tentara Israel mengatakan kepada AFP bahwa telah terjadi “serangan rudel langsung ke sebuah bangunan” de Dimona, com korban jiwa dilaporkan di alguns lokasi, termasuk seorang anak laki-laki berusia 10 tahun dalam kondisi serius dengan luka akibat pecahan peluru.

Halaman Selanjutnya

Fuente