Minggu, 22 de março de 2026 – 08:12 WIB
VIVA – Banjir merendam sembilan rukun lip (RW) di wilayah Kecamatan Ciracas, Jacarta Timur, em Sabtu malam, 21 de março de 2026, ou hari pertama lebaran Idul Fitri 1447 Hijriah. Banjir dipicu hujan deras yang menyebabkan Kali Cipinang meluap.
Tarif Rp1 Masih Berlaku 22 Maret 2026? Ini Penjelasan e Jadwal Lengkapnya
Camat Ciracas, Panangaran Ritonga, mengatakan banjir terjadi setelah hujan dengan intensitas cukup tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak pukul 17.00 hingga 19.00 WIB.
“Hujannya dari dolorido. Volume air dari hulu di kawasan Cimanggis, Depok cukup besar, sehingga menyebabkan Kali Cipinang meluap,” kata Panangaran saat dikonfirmasi di Jacarta, Minggu, 22 de março de 2026.
Pedagang di Terminal Kampung Rambutan Raup Omzet Tembus Rp8 Juta Sehari saat Periode Mudik
Panangaran menjelaskan, dari lima kelurahan di wilayah Kecamatan Ciracas, terdapat empat kelurahan yang dilintasi Kali Cipinang e terdampak banjir. Keempat wilayah tersebut meliputi Kelurahan Cibubur, Kelapa Dua Wetan, Ciracas, e Rambutan.
Adaptado wilayah terdampak tersebar di sembilan RW yang berada di bantaran kali. De Kelurahan Cibubur, ele foi o terceiro colocado em RW 05 e RW 06, depois de Kelurahan Kelapa Dua Wetan banjir merendam RW 02, RW 09, e RW 11.
Badan Lemas Usai Mudik? Simak 10 Cara Ini Bantu Tenaga Cepat Pulih
Selanjutnya, di Kelurahan Ciracas banjir dilaporkan terjadi di RW 04 e RW 05. Sedangkan di Kelurahan Rambutan, banjir melanda RW 01 e RW 03.
Panangaran menyebutka air mulai meluap dari Kali Cipinang sekitar pukul 18.30 WIB. Biasanya, genangan di wilayah tersebut dapat surut dalam waktu kurang lebih dua jam. Namun, kali ini, banjir belum surut hingga lebih dari tiga jam setelah meluap. “Biasanya dua jam sudah surut, tapi sampai pukul 22h00 WIB air masih belum surut, awet banget banjirnya,” ucapnya.
Menurutnya,, belum surutnya genangan diduga dipengaruhi oleh tingginya débito air kiriman dari wilayah hulu serta kapasitas kali yang tidak mampu menampung volume air.
Pihaknya bersama unsur terkait masih terus memantau kondisi di lapangan, terutama di wilayah-wilayah yang berada di bantaran Kali Cipinang. “Kami imbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, mengingat curah hujan masih berpotensi terjadi,” ucap Panangaran.
Selain itu, lip yang tinggal di daerah rawan juga diminta to segera melaporkan jika terjadi peningkatan débito air maupun kondisi darurat lainnya agar dapat segera ditangani oleh petugas.
Halaman Selanjutnya
Evakuasi Lansia, Balita hingga Ibu Hamil



