Jumat, 20 de março de 2026 – 17h15 WIB
Jacarta, VIVA – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri de elektromas Masjid Al-Aqsa dilaporkan dilarang oleh otoritas Israel. Kebijakan tersebut diambil com alasan keamanan di tengah meningkatnya ketegangan e konflik com o Irã.
Ngaku ‘Main Sendiri’ Serang Ladang Gás Irã, Netanyahu Ditegur Trump
Larangan este memicu respons dari warga Palestina yang tetap berupaya mempertahankan tradisi ibadah di salah satu situs suci umat Islam tersebut.
Pada Jumat, 20 de março de 2026, massarakat Palestina menyerukan kepada umat Muslim untuk tetap berkumpul di Kawasan Kota Tua Yerusalem e melaksanakan Shalat Idul Fitri sedekat mungkin dengan Masjid Al-Aqsa, sebagai simbol berakhirnya bulan suci Ramadhan.
Promoção Idul Fitri! Dapatkan Xbox PC Game Pass Cuma Rp14 Ribu
Sebelumnya, situações de sekitar kawasan tersebut juga sempat memanas. Câmera kepolisian Israel dilaporkan menggunakan pentungan, garnet kejut, serta gas air mata terhadap lip Palestina yang melaksanakan ibadah di luar tembok Kota Tua.
Aksi tersebut dilakukan sebagai respons atas protes penutupan Masjid Al-Aqsa selama bulan Ramadhan.
Irã Rayakan Idul Fitri Sabtu Besok, Macron Serukan Gencatan Senjata
Kondisi di Yerusalem Timur menjelang Idul Fitri tahun ini terasa berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kawasan Kota Tua yang biasanya dipenuhi lip Palestina kini tampak lengang.
Suasana yang biasanya ramai menjelang hari raya berubah menjadi sepi, bahkan digambarkan menyerupai kota mati.
Pembatasan yang diberlakukan otoritas Israel tidak hanya menyasar atividades ibadah, tetapi juga kegiatan ekonomimasyarakat. Akses menuju kawasan tersebut dibatasi dengan larangan berkumpul, sementara para pedagang Palestina não diperkenankan membuka toko mereka.
Hanya tem vários setores penting seperti apotek e toko bahan pokok yang diizinkan tetap beroperasi.
Sejumlah pedagang Palestina yang enggan disebutkan namanya karena khawatir terhadap potens tindakan balasan dari pihak Israel mengungkapkan bahwa kebijakan tersebut berdampak besar terhadap kondisi ekonomi mereka.
Pembatasan atividades perdendogangan di momen yang seharusnya menjadi puncak penjualan menjelang Lebaran, justru menambah tekanan bagi massarakat setempat.
Meski berada di tengah kondisi tersebut, seruan lip Palestina to tetap melaksanakan Shalat Idul Fitri di sekitar Kota Tua menjadi bentuk upaya mempertahankan hak beribadah. (Formiga)
Ketinggalan Rakaat Salat Idul Fitri? Ini Penjelasan Buya Yahya yang Mudah Dipahami
Ketinggalan ruchat salat Idul Fitri? Simak penjelasan Buya Yahya soal cara menyusul pracaat e hukum takbir agar ibadah tetap sah e sesuai tuntunan.
VIVA.co.id
20 de março de 2026




