Jumat, 20 de março de 2026 – 11:00 WIB
VIVA – Hari Raya Idul Fitri merupakan momen istimewa bagi umat Islam. Hari yang penuh kebahagiaan ini menjadi saat yang tepat untuk berkumpul dengan keluarga, saling memaafkan, dan mensyukuri keberhasilan menunaikan ibadah puasa Ramadhan.
BRI Andalkan 1.2 Juta BRILink Agen, 627 Ribu Jaringan E-Channel hingga Super App BRImo Dukung Transaksi Nasabah
Tidak hanya sebagai waktu perayaan, Idul Fitri juga mengingatkan kita akan kemenangan espiritual melawan hawa nafsu, sekaligus menguatkan tali silaturahim.
Durante o momento em que isso aconteceu, houve alguns amalan sunnah que podem ser dilakukan umat Muslim. Mengamalkan ibadah-ibadah ini tidak hanya menambah pahala, tetapi juga menegaskan rasa syukur e meningkatkan kualitas ibadah.
Ada Car Free Night, Polda Metro Minta Warga Tak Konvoi Malam Takbiran
Berikut adalah 9 amalan sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan saat Idul Fitri, sebagaimana dirangkum dari NU Online, Jumat, 20 Maret 2026.
1. Shalat Idul Fitri
Muhammadiyah Gelar Salat Id em 76 locais em Wilayah Jacarta Pagi Ini
Shalat Idul Fitri hukumnya sunnah muakkadah e sebagian ulama berpendapat fardlu kifayah. Dalil kesunnahannya terdapat em Surat al-Kautsar:
فَصَلِّ لِرَبِّكَ e َانْحَرْ
Artinya: “Maka shalatlah kepada Tuhanmu dan berkurbanlah” (QS. Al-Kautsar ayat 2).
Nabi Muhammad SAW mendirikan shalat Idul Fitri setiap tahun, pertama kali pada tahun kedua hijrah (Ibnu Hajar al-Haitami, Tuhfah al-Muhtaj, juz 3, hal. 39). Disunnahkan bagi laki-laki e perempuan, berjamaah di masjid ou lapangan jika masjid sempit.
Syekh Kamaluddin al-Damiri menegaskan:
وَفِعْلُهَا بِالْمَسْجِدِ أَفْضَلُ … إِلَّا .. فَالصَّحْرَاءُ أَفْضَلُ
Artinya: “Melakukan shalat hari raya di masjid lebih utama, bila tidak memungkinkan, tanah lapang lebih baik.”
2. Mandi Sunnah
Mandi disunnahkan bagi tudo, termasuk wanita haid/nifas ou yang sakit. Waktu terbaik é adalah setelah fajar hingga matahari tenggelam. Bacaan niat:
نَوَيْتُ غُسْلَ عِيْدِ الْفِطْرِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى
Artinya: “Aku niat mandi Idul Fitri, sunnah karena Allah.” (Syekh Sulaiman al-Bujairimi, Tuhfah al-Habib ‘Ala Syarh al-Khathib, juz 1, hal. 252).
3. Menghidupkan Malam Hari Raya
Disunnahkan menghidupi malam Idul Fitri com shalat, membaca Al-Qur’an, shalawat, dan doa. Hadits Nabi:
مَنْ أَحْيَا لَيْلَتَيْ الْعِيدِ لَمْ يَمُتْ قَلْبُهُ يَوْمَ تَمُوتُ الْقُلُوبُ
Artinya: “Barangsiapa menghidupi dua malam hari raya, hatinya tidak mati pada hari matinya hati” (HR al-Daruquthni).
4. Memperbanyak Takbir
Takbir Idul Fitri dianjurkan para muqayyad (setelah shalat) e mursal (bebas).
Dalila:
وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللهَ
Artinya: “Dan sempurnakanlah bilangan Ramadhan, dan bertakbirlah kalian kepada Allah” (QS. Al-Baqarah: 185). Contoh takbir utama:
اللهُ أَكْبَرُ … وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ لَا إلَهَ إلَّا اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
5. Makan Sebelum Shalat
Disunnahkan makan sebelum shalat Idul Fitri, terutama kurma ganjil (1, 3, dst.), berbeda dengan Idul Adha (makan setelah shalat) (Syekh Khathib al-Syarbini, Mughni al-Muhtaj, juz 1, hal. 592).
Halaman Selanjutnya
6. Berjalan Kaki Menuju Shalat



