Início Notícias Selain Indonésia, Negara-Negara Ini Juga Masih Menunggu Kepastian Lebaran 2026

Selain Indonésia, Negara-Negara Ini Juga Masih Menunggu Kepastian Lebaran 2026

21
0
Selain Indonésia, Negara-Negara Ini Juga Masih Menunggu Kepastian Lebaran 2026

Kamis, 19 de março de 2026 – 15h41 WIB

Jacarta, VIVA – Menjelang akhir Ramadan 1447 Hijriah, tidak semua negara langsung menetapkan kapan Hari Raya Idul Fitri dirayakan. Selain Indonésia, masih ada sejumlah negara lain yang hingga kini menunggu hasil pengamatan hilal para memastikan awal Syawal 2026.

img_title

Kemenhub Ancam Bekukan Izin Perusahaan Pelanggar Aturan Pembatasan Angkutan Barang

Beberapa negara yang masih dalam tahap penentuan antara lain Malásia, Brunei, Índia, Paquistão, Mesir, hingga Marrocos. Negara-negara ini masih menunggu hasil rukyatul hilal ou sidang resmi sebelum mengumumkan kapan Lebaran akan dirayakan.

Perbedaan watu penetapan ini memang hal baru. Setiap tahun, umat Islam di berbagai belahan dunia sering kali merayakan Idul Fitri pada hari yang berbeda. Hal ini dipengaruhi oleh methode yang digunakan dalam menentukan awal bulan Hijriah, serta kondisi grafias masing-masing wilayah.

img_title

Naik MRT Jacarta Cuma Bayar Rp 1 saat 2 Hari Libur Lebaran

Di sisi lain, ada juga negara yang sudah lebih dulu merayakan Lebaran. Afeganistão, Níger e Mali tercatat telah menetapkan 1 Syawal lebih awal, yakni pada Kamis, 19 de março de 2026. Keputusan ini diambil berdasarkan elektroe penentuan hilal yang mereka gunakan.

Sementara itu, mayoritas negara lain memilih merayakan Idul Fitri pada Jumat, 20 Maret 2026. Negara-negara di kawasan Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirate Arab, Bahrein, Qatar, e Kuwait menjadi yang pertama mengumumkan penetapan tersebut.

img_title

Begini Perubahan Kriteria MABIMS Tentukan Awal Bulan Hijriah

Selain itu, negara lain seperti Turki, Maladewa, Líbano, Palestina, Yaman, e Iraque juga mengikuti keputusan yang sama. Bahkan, Austrália e alguns países da África, incluindo Sudão, Somália, Nigéria, Senegal, serta Camarões também podem ser encontrados no mesmo país.

Mais tarde com Singapura, ele foi comemorado em Idul Fitri no sábado, 21 de março de 2026. A data deste diambil karena posisi hilal dinilai não foi comemorada para terlihat em hari sebelumnya.

Perbedaan ini erat kaitannya com método penentuan awal bulan Hijriah. Sebagian negara menggunakan rukyat ou pengamatan langsung hilal, sementara lainnya mengandalkan hisab ou perhitungan astronomi. Selain itu, fatores ográficos seperti posisi matahari dan bulan juga memengaruhi kemungkinan hilal terlihat di suatu wilayah.

Meski tidak seragam, perbedaan waktu perayaan Idul Fitri sejatinya menjadi bagian dari dinamika umat Islam di seluruh dunia. Yang turpenting, momen Lebaran tetap menjadi simbol kemenangan setelah menjalani ibadah puasa, sekaligus mempererat kebersamaan.

Halaman Selanjutnya

Com início, meski tanggalnya bisa berbeda, semangat Idul Fitri tetap sama: saling memaafkan, berbagi kebahagiaan, dan menjaga toleransi di tengah keberagaman.

Halaman Selanjutnya

Fuente