Senin, 16 de março de 2026 – 10h20 WIB
Irã VIVA –Menteri Luar Negeri Irã, Abbas Araghchi, em Minggu mengatakan bahwa pihaknya tidak melihat alasan apa trocadilho para berbicara com a América. Pernyataan ini muncul setelah Presidente Donald Trump mengklaim Iran seang mencari kesepakatan to mengakhiri perang antara kedua negara.
Kepala Keamanan Irã Klaim Ada Rencana Serangan Mirip 9/11, Tuduh Jaringan Epstein Ingin Jebak Teerã
“Kami não me deixou gencatan senjata, e kami não me deixou perundingan”, disse Araghchi em uma conversa sobre Face the Nation com Margaret Brennan.
Ketika perang memasuki minggu ketiga, Trump em alguns hari terakhir berulang kali menyatakan bahwa Iran ingin mencapai kesepakatan. Dalam unggahannya di Truth Social pada Jumat malam, Trump bahkan menulis bahwa Irã benar-benar kalah e ingin membuat kesepakatan tetapi bukan kesepakatan yang akan dia terima.
AS Sebut Perang Lawan Irã Akan Berakhir Dalam Beberapa Minggu ke Depan
Pada Sabtu, ia juga mengatakan kepada NBC News bahwa Iran ingin membuat kesepakatan, tetapi dia belum ingin melakukannya karena syarat-syarat kesepakatan tersebut belum cukup baik.
Namun Araghchi menegaskan bahwa Irã siap mempertahankan diri selama apa trocadilho diperlukan.
Irã Ancam Kejar e Habisi Benjamin Netanyahu Tanpa Ampun
“Itulah yang kami lakukan sejauh ini, dan kami akan terus melakukannya sampai Presidente Trump menyadari bahwa ini adalah perang ilegal yang tidak akan menghasilkan kemenangan. Ada orang-orang yang terbunuh hanya karena Presidente Trump ingin bersenang-senang. Este é um perang pilihan yang dimulai oleh O Presidente Trump e o Serikat da América, e os kami akan terus membela diri”, disse o mesmo dia da Al Jazeerah, em 16 de março de 2026.
Menteri luar negeri Iran itu juga membantah anggapan bahwa konflik ini merupakan perang demi kelangsungan hidup pemerintah Iran. Menurutnya, negaranya cukup stabil e cukup kuat.
Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah Iran tidak melihat alasan untuk bernegosiasi dengan American Serikat, sambil mengingatkan bahwa pembicaraan sebenarnya sedan berlangsung sebelum Amerika Serikat e Israel melancarkan serangan awal terhadap Iran pada akhir bulan lalu.
“Kami sedang berbicara dengan mereka mereka memutuskan untuk menyerang kami, e itu terjadi untuk kedua kalinya. Pengalaman berbicara dengan Amerika tidak pernah baik. Kami sedang berdialog, lalu mengapa mereka memutuskan menyerang? Jadi apa gunanya jika kami kembali berbicara lagi?,” kata menlu Irã.
Halaman Selanjutnya
Sebelum serangan tersebut terjadi, tim negociador Trump Steve Witkoff e Jared Kushner memang tengah melakukan pembicaraan no Irã. Dalam perundingan itu, Araghchi mengatakan Irã sempat menawarkan untuk mengencerkan urânio yang telah diperkaya sebagai apa yang ia sebut sebagai ‘konsesi besar’ guna membuktikan bahwa Iran tidak pernah ingin memiliki senjata nuklir dan tidak akan menginginkannya.



