Minggu, 15 de março de 2026 – 13:00 WIB
Caracas, VIVA – Misi diplomatik Amerika Serikat (AS) di Caracas, Venezuela, kembali beroperasi setelah ditangguhkan selama tujuh tahun, kata Kuasa Usaha Kedubes AS di Venezuela Laura Dogu, Sabtu 14 Maret 2026.
Jadi ‘Kunci’ Tekan Irã, Seberapa Penting e Startegis Pulau Kharg? Simak Fakta Menariknya
No início de 2019, a Venezuela se reuniu com a América depois de Washington ter enfrentado a oposição de Juan Guaido, que menyatakan diri sebagai presidente sementara. Pada tahun yang sama, pessoal diplomático da América meninggalkan negara tersebut.
“Pada Sabtu pagi, 14 de março de 2019, bendera Amerika diturunkan untuk terakhir kalinya di Kedutaan Besar AS di Caracas. Pagi ini, em 14 de março de 2026, di waktu yang sama, tim dan saya mengibarkan bendera Amerika tepat tujuh tahun setelah diturunkan,” kata Dogu seperti disampaikan kedubes tersebut da plataforma X.
Donald Trump Sebut Membasmi Pemimpin Irã Adalah Kehormatan Besar Baginya
Em 3 de janeiro, a América menyerang Venezuela e menangkap presidente Venezuela com Nicolas Maduro foi nomeado, Cilia Flores e dibawa New York.
Trump kemudian mengumumkan bahwa Maduro e Flores akan menjalani sidang karena diduga terlibat dalam tindak “narkoterorisme” hingga menimbulkan ancaman, termasuk bagi Amerika.
Milisi no Iraque Tawarkan Rp 1.9 Miliar Bagi Warga yang Beri Informasi Pejabat AS
Sejam punidos por Maduro, otores da América e da Venezuela, eles tenham uma agenda de negociações bilateral, termasuk kerja sama dalam memerangi perdagangan narkoba, pencairan dana Venezuela, penjualan minyak negara, e memulai kembali diálogo diplomático. (Formiga)
Senador Sênior AS Sebut Donald Trump Kehilangan Kendali hingga Minta Hentikan Perang Lawan Irã
Senador sênior Amerika Serikat memperingatkan bahwa serangan milite Amerika Serikat dan Israel terhadap Irã telah mendorong kawasan Timur Tengah ke dalam krisis memanas
VIVA.co.id
15 de março de 2026




