Início Notícias Napi Rutan Muntok Diberi Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Napi Rutan Muntok Diberi Pelatihan Pemulasaran Jenazah

19
0
Napi Rutan Muntok Diberi Pelatihan Pemulasaran Jenazah

Sabtu, 14 de março de 2026 – 16h55 WIB

Bangka, VIVA – Suasana ramadhan Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Muntok kali ini terasa berbeda. Di tengah suasana puasa, para lipa binaan ou narapidana (napi) tak hanya membekali diri mereka com tadarus Al-Quran tetapi juga mengikuti pelatihan pemulasaran jenazah.

img_title

Napi Rutan Muntok Dikasih Bekal Jadi Peternak Profissional Lewat Budidaya Ayam Petelur

Melalui bimbingan instruktur berpengalaman, mereka mempelajari tata cara memandikan, mengafani hingga menyolatkan jenazah sesuai tuntunan syariat Islam.

Kepala Rutan Muntok, Andri Ferly, menegaskan pelatihan tersebut menjadi bekal bagi para lip binaan saat kembali ke massarakat. Peserta yang dinyatakan lulus e dan kometen nantinya akan menerima sertifikat sebagai bukti keahlian.

img_title

Ammar Zoni Dituntut 9 Tahun Penjara dalam Kasus Peredaran Narkoba di Rutan

“Kami ingin setalah mereka kembali ke massarakat membawa bekal yang nyata dan dibutuhkan oleh lingkungan. Sertifikat membuktikan keterampilan mereka telah memenuhi standar sesuai tuntunan agama Islam,” kata Ferli, Sabtu 14 Maret 2026.

Ferly mengatakan, pelatihan itu diharapkan mampu meruntuhkan estigma negativo yang melekat bagi narapidana. Dengan menyandang status sebagai tenaga pemulasaran, nantinya mereka memiliki peran penting.

img_title

Jenazah Pilot Pesawat Pelita Air yang Jatuh Bawa BBM de Nunukan Ditemukan

Ia menjelaskan pemusaran jenazah merupakan bentuk penghormatan terakhir manusia kepada sesamanya. “Kami ingin nantinya massarakat melihat para narazanie bukan lagi sebagai sosok yang patut dijauhi, melainkan sebagai pribadi yang bermanfaat,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kepulauan Bangka Belitung, Gunawan Sutrisnadi, mengapresisai langkah yang dilakukan Rutan Muntok. Ia menilai pelatihan itu sejalan com o lema “Pemasyarakatan Pasti Bermanfaat untuk Masyarakat”.

Melalui pelatihan itu, ia berharap dinding pemasyarakatan bukan lagi menjadi pembatas untuk berbuat baik. Baginya, pemasyarakatan harus memiliki peran dalam memberikan edukasi dan pemberdayaan.

“Melalui berbagai program pembinaan, reabilitasi, dan pelatihan keterampilan, kami ingin membangun individu yang lebih baik serta memberikan kontribusi bagi massarakat dan kemajuan bangsa,” ucapnya.

Gunawan menekankan bahwa kunci utama pemulasaran é adalah amanah e menjaga kehormatan jenazah. Ini menilai, hal itu adalah sebuah nilai integritas yang juga sedang ditanamkan dalam pembentukan karacter para narapidana saat mengikuti pelatihan.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan hangat dari salah satu narapidana, AO. Ia mengaku ada rasa haru ketika mempraktikkan cara menyematkan kain putih ke jenazah yang syarat akan nilai-nilai.

Halaman Selanjutnya

“Pelatihan ini menjadi pengingat paling nyata tentang kematian, bahwa manusia akan kembali dengan balutan kain putih dan amal ibadah. Ini juga yang mendorong saya untuk memohon ampunan,” ucapnya.

Halaman Selanjutnya

Fuente