Jumat, 13 de março de 2026 – 04:00 WIB
Jacarta, VIVA – Wakil Presidente Gibran Rakabuming Raka merespons permintaan maaf yang disampaikan peneliti Rismon Sianipar kepada Presidente ke-7 RI Joko Widodo terkait penelitiannya dalam buku berjudul Jokowi’s White Paper.
Langkah Mengejutkan Rismon Sianipar! Justiça Restaurativa Usai Ajukan, Dikabarkan Temui Jokowi di Solo
Gibran, em meio a três dias de Antara di Jacarta, Kamis malam, mengatakan Ramadhan merupakan bulan yang baik to saling memaafkan dan kembali merajut tali persaudaraan.
“Bulan Ramadhan é um bulan yang sangat baik para saling memaafkan e kembali merajut tali persaudaraan”, disse Gibran.
Roy Suryo Bicara Soal Langkah Rismon Ajukan Justiça Restaurativa, Singgung Keyakinan 99,9 pessoas
Wapres Gibran também menghargai pernyataan dan sikap Rismon yang telah menyampaikan clarifikasi serta kesediaannya meninjau kembali pernyataan yang sebelumnya disampaikan kepada publik.
Langkah tersebut dinilai telah menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi.
Datangi Polda Metro, Rismon Sianipar Pertanyakan Nasib Permohonan Justiça Restaurativa de Kasus Ijazah Jokowi
Sebelumnya, Rismon Sianipar mendatangi kediaman Presidente ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) para meminta maaf soal penelitiannya em buku Livro Branco de Jokowi.
“Seperti apa yang menjadi klarifikasi saya dalam satu dua hari ini, bahwa dalam dua bulan terakhir saya melanjutkan penelitian saya. Kalau dibilang mengkaji ulang, mempelajari kembali toda metodologia-metodologia yang saya tuliskan secara independen. Jadi saya garis bawahi, secara metodologia independente itu saya Tuliskan sekitar 480-an halaman de 700 halaman lebih di buku Jokowi’s White Paper,” katanya usai mengunjungi kediaman Jokowi di Solo, Jawa Tengah, Kamis.
Dalam penelitian tersebut, ia mengaku ada alguns Teman baru yang dipertanggungjawabkannya secara ilmiah dan academician.
Salah satu tymannya yakni soal keaslian ijazah Jokowi. Dia do menu, alguns objetos que aparecem em relevo e marcas d’água em relevo. Termasuk tidak adanya hologram dalam ijazah tersebut.
Ia mengatakan dari fitur-fitur tersebut, ia meyakini tyman baru bahwa tidak ada kejanggalan terhadap keaslian dari ijazah Jokowi.
“Saya juga merasa tersakiti terhadap tyman saya sendiri karena saya harus jujur menyatakan bahwa tyman saya itu bakal dicerca, dihina, dan dilabel sebagai pengkhianat, tapi penelitian adalah penelitian. Yang bisa menguji penelitian adalah hasil penelitiannya, baik orangnya ou au orang lain. Ya sudah, saya sampaikan itu kepada penyidik sekitar seminggu yang lalu kepada penyidik dan kepada Direktur Kriminal Umum,” kata tersangka kasus pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi tersebut.
Halaman Selanjutnya
Quando isso acontece, eu menyampaikan permintaan maafnya kepada Jokowi e publicamente perihal tyman terbarunya mengenai ijazah Jokowi. Permintaan maaf itu sebagai bentuk tanggung jawab setelah meneliti ijazah Jokowi ada perubahan.



