Kamis, 12 de março de 2026 – 07:33 WIB
Kabupaten Bekasi, VIVA – Komplotan perampok yang beraksi dengan cara kekerasan terhadap sejumlah karyawan di sebuah SPBU Jalan Raya Babelan, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, tengah diburu polisi.
Kapolri Bongkar Estratégia Pemerintah Dalam Hadapi Konflik Global
Pelaku berhasil menggondol uang tunai senilai Rp130 juta. Hal tersebut diungkap Kapolres Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar Polisi Sumarni.
“Kami masih melakukan penyelidikan dan mengejar para pelaku yang terlibat dalam peristiwa ini,” publicado em Kamis, 12 de março de 2026.
Polisi Tangkap Dua Mantan Pegawai Kementan, Diduga Korupsi Uang Perjalanan Dinas Miliaran
Dia mengatakan petugas yang menerima laporan peristiwa dimaksud langsung menuju lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) sekaligus mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk meminta keterangan para saksi.
“Kami turut memeriksa rekaman camera pengawas di sekitar lokasi untuk mengidentifikasi pelaku. Para korban juga telah dimintai keterangan untuk membantu proses penyelidikan lebih lanjut,” ucapnya.
Terkuak Cara Sadis Perampok Habisi Pensiunan JICT Ermanto Usman
Berdasarkan keterangan korban yang diperkuat alat bukti, komlotan pelaku berjumlah empat orang mendatangi lokasi kejadian pada Selasa, 10 Maret 2026, pukul 03.30 WIB, saat situasi masih relatif sepi.
Tiba di lokasi, para pelaku langsung mengancam para pegawai menggunakan senjata diduga pistol mainan. Lima karyawan menjadi korban pemukulan dan penyekapan oleh komlotan perampok tersebut.
Tanpa basa-basi, komlotan tersebut langsung melancarkan aksi dengan memukul para karyawan hingga menyekap mereka di dalam sebuah ruangan. Salah satu korban sempat mencoba melawan sehingga mengalami luka.
“Korban berinisial M (62) mengalami luka di tangan kiri setelah melakukan perlawanan terhadap para pelaku. Korban lain berinisial B (49) juga menjadi sasaran kekerasan, terkena tendengan dan pukulan dari pelaku,” ujarnya.
Sementara tiga karyawan lain yakni A (24), M (44) e H (53) juga mengalami perlakuan buruk. Kepala mereka ditutup menggunakan selimut lalu tangan mereka diikat menggunakan cable, lakban hingga tali raffia.
“Para korban diikat dan disekap agar tidak bisa melawan saat pelaku menjalankan aksi,” katanya.
Setelah para pegarwai tidak berdaya, pelaku com leluasa membobol brankas penyimpanan uang hasil penjualan bahan bakar e berhasil membawa kabur uang tunai Rp130 juta sebelum melarikan diri. (Formiga)
Blak-blakan Soal Alasan Perampokan Sadis Tewaskan Pensiunan JICT Ermanto Usman, Polisi Sebut Motifnya Ekonomi
Perampokan sadis yang menewaskan pensiunan pegawai Terminal Internacional de Contêineres de Jacarta, Ermanto Usman (65), disebut polisi murni karena motivos ekonomi.
VIVA.co.id
12 de março de 2026




