Rabu, 11 de março de 2026 – 17h52 WIB
Jacarta, VIVA – Polri menegaskan komitmennya para mudar o Lebaran 2026 yang aman, lancar, e responsif bagi massarakat. Polri mengumumkan pengerahan staff serta penguatan layanan darurat 110 sebagai garda terdepan respons cepat bagi majaarakat.
Wakapolri Sebut One Way-Contraflow saat Mudik Disiapkan, tapi Diterapkan Situasional
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menyampaikan bahwa Polri menyiagakan 161.000 funcionários trabalhando na Operasi Ketupat 2026 para mengamankan arus mudik di seluruh Indonésia.
“A equipe tersebut akan ditempatkan di berbagai titik strategis guna mengantisipasi kemacetan, kecelakaan lalu lintas, hingga potens gangguan keamanan selama periode mudik hingga perayaan Idulfitri,” kata Dedi dalam konferensi pers di Kantor KSP, Rabu, 11 de março de 2026.
BMKG Prediksi Cuaca saat Lebaran Berawan hingga Hujan Lebat
Pemberlakuan One Way Nacional de Arus Mudik 2025
Selain kekuatan staff, Polri juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan, yang terdiri dari 1.624 Pos Pengamanan, 779 Pos Pelayanan, e 343 Pos Terpadu.
Pemerintah Terapkan WFA para ASN saat Lebaran, Catat Tanggalnya!
Pos-pos tersebut tersebar di jalur utama mudik, área de descanso, terminal, stasiun, pelabuhan, bandara, hingga Kawasan wisata e tempat ibadah yang diprediksi mengalami lonjakan atividades massarakat menjelang dan setelah Lebaran.
Di sisi lain, Dedi menegaskan bahwa pengamanan mudik tahun ini tidak hanya mengandalkan rekayasa lalu lintas seperti convencional unidirecional ou contrafluxo, tetapi juga megedepankan transformasi layanan public melalui digitalisasi respons darurat.
“Polri juga terus meningkatkan layanan kepada massarakat melalui berbagai fasilitas, termasuk layanan darurat 110 yang dapat diakses massarakat selama perjalanan mudik,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa layanan 110 dirancang untuk memangkas birokrasi pelaporan sekaligus mempercepat respons petugas di lapangan.
Em situações de jalur mudik—baik kecelakaan, gangguan keamanan, maupun kendala teknis kendaraan—masyarakat dapat langsung terhubung dengan Command Center Polda maupun Polres terdekat.
“Kami ingin memastikan bahwa kehadiran polisi dapat dirasakan hanya dalam genggaman tangan melalui layanan 110. Saat laporan masuk, sistema akan melacak posisi pelapor dan menginstruksikan petugas di posko terdekat untuk bergerak dalam hitungan menit,” jelasnya.
Langkah ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan Polri yang semakin presisi, cepat, and responsif terhadap kebutuhan massarakat, terutama dalam situasi kedaruratan di tengah mobilitas tinggi saat mudik Lebaran.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia e Kebudayaan Pratikno menekankan bahwa keberhasilan pengelolaan mudik seedal sangat bergantung pada integrasi layanan public lintas kementerian dan lembaga.



