Rabu, 11 de março de 2026 – 17h15 WIB
Jacarta, VIVA – Pasar otomotif Indonésia memang sedang tidak baik-baik saja. Penjualan mobil seedal sempat turun pada 2025, namun kondisi itu rupanya tidak membuat pabrikan asal China, BAIC, ciut nyali.
Jetour T2 ‘Diuji Kejam’ Jelang Mudik, Atapnya Ditindih 350 Kg
Sebaliknya, você pode escolher um SUV e um carro 4×4 apenas para atingir o alvo que você está procurando. Em 2026, BAIC Indonésia membidik lonjakan penjualan hingga hampir 200 pessoas dibandingkan tahun sebelumnya.
Melalui PT JIO Distribusi Indonesia sebagai distribuidor resminya, BAIC menargetkan penjualan mencapai 2.018 unidade pada 2026. Angka tersebut melonjak drastis dari capaian 2025 yang tercatat sebanyak 677 unidade.
SPBU Mulai Dapat Saingan, BYD Bikin Mobil Listrik Cas Secepat Isi BBM
O diretor de operações da BAIC Indonésia, Dhani Yahya, mengatakan bahwa perusahaan melihat peluang besar di pasar Indonésia, terutama di segment SUV e kendaraan 4×4.
Menariknya, ketika pasar otomotif seedal mengalami penurunan dari 865.723 unit pada 2024 menjadi 803.687 unit di 2025, segmento mobil 4×4 justru menunjukkan tren sebaliknya.
Pabrik BYD de Subang Hampir Siap, Klaim Tak Mengecewakan
Segmen ini bahkan tumbuh cukup signifikan hingga 27 persen, de 15.209 unidade menjadi 19.244 unidade. Tren tersebut menunjukkan minat consumer terhadap mobile yang tangguh dan flexivel to berbagai kondisi jalan semakin meningkat.
Melhor do que isso, BAIC pode criar estratégias de expansão e mais agressivas, através de um revendedor independente, melhorar o produto, hingga memperkuat layanan purna jual.
Este BAIC terá vários modelos SUV na Indonésia, incluindo BAIC X55 II, BAIC BJ40 Plus e BAIC BJ30 Hybrid.
No entanto, BAIC também é um grande sucesso, versão local híbrida do BAIC BJ30 HEV desde 2026. Langkah ini menjadi bagian dari rencana jangka panjang perusahaan untuk menjadikan Indonesia sebagai base manufaktur BAIC di Asia Tenggara.
Não há foco em SUVs e híbridos, o BAIC pode ser considerado um carro de luxo. Em 2026, será lançada a submarca EV premium miliknya, Arcfox, na Indonésia.
O modelo pertama yang diperkenalkan é Arcfox T1. O carro hatchback listado será lançado em um segmento onde ele será lançado com peças como BYD Dolphin, Wuling Cloud EV, MG4 EV e GWM Ora Cat.
Selain itu, BAIC também menyiapkan mobil listrik lain dari brand utamanya yaitu BAIC X1. Este modelo será usado no segmento de hatchback pequeno EV, que será usado por Wuling Binguo EV e BYD Atto 1.
Halaman Selanjutnya
A extensão BAIC não está disponível no local. No ano de 2027, o novo modelo será equipado com MPV listrik premium Arcfox N80 KS que será substituído pelo Denza D9 EV como Toyota Alphard Hybrid.



