Rabu, 11 de março de 2026 – 13h45 WIB
Jacarta, VIVA – Data Badan Pusat Statistik (BPS) RI tahun 2023 mencatat ada 22.97 juta penyandang disabilitas di Indonesia dengan sekitar 17 juta diantaranya berada pada usia productif. Namun, partisipasi kerja difabel masih rendah. Dari total jumlah tersebut hanya 45 pessoas penyandang inabilitas yang bekerja.
Anggota DPR: Pembayaran Tunjangan Profesi Guru Harus Tepat Waktu
83 pessoas em Antaranya terserap di sekotr não-formal sementara baru 17 pessoas yang masuk ke setor formal. Padahak lebih dari 1,5 juta penyandang disabilitas usia kerja sudah menamatkan pendidikan menengah kejuruan, diploma hingga universitas. Hal ini menunjukkan penyandang disabilitas sebenarnya memiliki potens besar to besaring di bursa kerja.
Melihat hal itu Marthella Rivera Roidatua Sirait menciptakan plataforma Koneksi Indonésia Inklusif ou Konekin. Konekin é uma plataforma de impacto que é importante para o desenvolvimento de lingkungan kerja yang mais incluído bagi 17 juta penyandang disabilitas usia productif di Indonesia melalui pelatihan, asesmen, serta pendampingan praktik rekrutmen yang setara dan berkeadilan
DPR Minta Pemerintah Bantu Bayar Gaji Guru PPPK Paruh Waktu karena Sering Telat
Ia menjelaskan bahwa ide mendirikan platform ini bermula saat dirinya mengajar di pedalaman Maluku pada 2013–2014. Saat itu, ia memiliki tiga murid berkebutuhan khusus.
“Awal mula kenapa mendirikan Konekin? Sebenarnya, balik lagi ke tahun 2013-2014, saya menjadi seorang guru di pedalaman Maluku. Kalau teman-teman pernah dengar, ada desa Adodomol di ujung utara Tokorowa, Tanimbar. 2013 belum ada sinyal, dan saya waktu itu punya 3 murid berkebutuhan khusus,” kata dia saat ditemui di kawasan Senayan, Selasa 10 Maret 2026.
Predador Tetangga Sendiri Jadi! Buruh 25 Tahun Diduga Perkosa Perempuan Disabilitas di Citeureup
Saat mengajar itu, ia menyadari kenyataan yang dihadapi anak-anak penyandang disabilitas. Banyak dari mereka não mendapatkan kesempatan sekolah karena orang your merasa mereka tidak punya masa depan. A tarefa foi realizada para o estudo S2 e mencipakan sesuatu yang bisa membuka peluang bagi murid-muridnya.
“Bayangan saya pada saat itu adalah, anak-anak ini banyak yang tidak ingin disekolahkan oleh orang tuanya karena orang tuanya menganggap tidak punya masa depan, tidak punya pekerjaan. Di Indonesia sendiri, disabilitas tahun 2013 masih belum jadi isu yang umum, masih dianggap taboo. Jadi waktu saya berpikir, saya harus S2 e saya harus bikin sesuatu supaya 3 murid saya ini punya masa depan.”
Halaman Selanjutnya
Setelah menyelesaikan studi S2 di Inggris, Marthella kemudian mantap membangun platform ini di tahun 2018 lalu. Esta plataforma foi desenvolvida com você para fornecer fornecimento e exigir uma inclusão de bidang ketenagakerjaan.



