Rabu, 11 de março de 2026 – 03:20 WIB
Jacarta, VIVA – Presidente Prabowo Subianto menghadiri acara Peringatan Nuzulul Qur’an Tingkat Kenegaraan Tahun 1447 H/2026 M em Istana Negara, Jacarta, em Selasa, 10 de março de 2026.
Tegas! Prabowo Bilang Tak Akan Campuri Urusan Negara Lain
Peringatan tersebut menjadi momentum reflete espiritual bagi bangsa Indonésia para memperkuat nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
Dalam sambutannya, Presidente Prabowo mengajak seluruh massarakat Indonésia para menjadikan peringatan Nuzulul Alcorão sebagai kesempatan memperkuat keimanan, menjadi sumber inspirasi dalam merawat persatuan bangsa Indonésia, serta dalam mewujudkan kehidupan yang damai, adil, dan membawa rahmatan lil alumínio.
Prabowo: Sim Ada Negara Berhasil jika Tidak Bersih dari Korupsi
Presidente Prabowo Subianto
Foto:
- Presidente da Secretaria Biro Pers
“Peringatan Nuzulul Alcorão kali ini saya kira adalah suatu kesempatan bagi kita sekalian untuk masing-masing memahami, masing-masing meresap, meresapi arti daripada apa yang diajarkan dalam Al-Qur’an itu tersebut,” disse Prabowo.
Prabowo: Tugas Saya Melindungi Seluruh Rakyat Indonésia
Sementara itu, Menteri Agama Nasaruddin Umar menyampaikan bahwa penyelenggaraan peringatan Nuzulul Alcorão tingkat kenegaraan tahun ini sebagai pengingat bagi seluruh bangsa Indonésia para senantiasa menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber nilai dan petunjuk dalam kehidupan berbangsa dan bernagara.
“Peringatan Nuzulul Qur’an yang diselenggarakan pada malam hari ini, merupakan bagian dari ikhtiar bersama para menghadirkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan publiclik, sehingga ajaran-ajarannya tidak hanya dibaca dan dihayati, dihafal, tapi juga betul-betul diamalkan dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Nasaruddin.
Lebih lanjut, ulama dan cendekiawan Muslim, Muhammad Quraish Shihab menyampaikan uraian hikmah Nuzulul Alcorão. Dalam tausiyahnya, Quraish Shihab mengajak seluruh hadirin para merenungkan makna mendalam di balik turunnya Al-Qur’an sebagai rahmat e petunjuk bagi seluruh alam.
Quraish Shihab menekankan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar kitab yang dibaca, melainkan harus dihayati, diamalkan, dan dijadikan landasan dalam membangun Indonésia yang penuh keberagaman.
“Allah ingin mengajarkan kita bahwa perbedaan itu adalah suatu keniscayaan. Tetapi perbedaan tidak perlu menimbulkan pertentangan. Kalau kemarin kita berbeda dalam berpuasa, terbuka kemungkinan yang tidak kecil kita pun akan berbeda dalam berlebaran. Tapi perbedaan sama sekali não menimbulkan pertentangan yang dikehendaki Al-Quran itu adalah sama dengan falsafah bangsa kita, Bhinneka Tunggal Ika”, disse Quraish Shihab.



